Polisi yang Viralkan Video Pemukulan Kapolres Nunukan Diperiksa Propam

- Video pemukulan seorang polisi oleh sesama aparat viral di media sosial sejak Senin (25/6) lalu. Insiden itu ternyata terjadi di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Pelaku penganiayaan tersebut adalah Kapolres Nunukan, AKBP Syaiful Anwar, dengan korban diidentifikasi sebagai brigadir polisi berinisial SL.
Pemukulan terjadi pada 21 Oktober 2021, saat berlangsung peringatan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-69. Brigadir SL dalam rekaman yang viral nampak sedang menggeser meja dengan nasi tumpeng di atasnya. Tak lama, dia tampak merogoh saku untuk mencari ponsel yang nampaknya berbunyi. Belum sempat menjawab panggilan sosok AKBP Syaiful Anwar mendatanginya, langsung memukul dan menendang Brigadir Polisi SL, yang tak lama kemudian tersungkur kesakitan.
Akibat video viral tersebut, Kapolda Kalimantan Utara menonaktifkan AKBP Syaiful Anwar dari jabatannya sebagai kapolres untuk sementara, terhitung mulai 26 Oktober 2021. Selain itu, Syaiful akan diperiksa oleh tim bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). Jika terbukti melakukan pelanggaran, akan ada hukuman lebih lanjut untuk untuk sang kapolres.
Berdasar penyelidikan awal Polda Kalimantan Utara, pemicu kekerasan kapolres terhadap anak buahnya sendiri itu dipicu karena gangguan teknis saat rapat virtual antara Mabes Polri dengan jajaran Polda Kaltara melalui aplikasi Zoom. Brigpol SL adalah penanggung jawab urusan teknologi informasi di Polresta Nunukan.
CNN Indonesia. Saya menghadap kepada kapolres untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan. Dan permohonan maaf ini tidak ada unsur paksaan dari siapapun.”
, Beberapa hari setelah insiden pemukulan itu, Brigpol SL sudah langsung dimutasi dari Polres ke Kepolisian Sektor (Polsek) Krayan Selatan, Nunukan, yang dekat dengan perbatasan Indonesia-Malaysia. Berkat rekaman viral itu, Polda membatalkan keputusan mutasi terhadap SL sampai pemeriksaan propam tuntas.




