Pemkot Bontang Berencana Bangun Alun-alun di Hop 7, Ahli Waris Bereaksi

Penulis: Redaksi ExpresiEditor: Admin Rabu, 29 September 2021
Pemkot Bontang Berencana Bangun Alun-alun di Hop 7, Ahli Waris Bereaksi

EXPRESI.co, BONTANG - Masyarakat yang tergabung dalam Ormas Kepatihan Adat Besar Kutai Kalimantan Timur membentangkan spanduk yang bertuliskan dasar kepemilikan lahan oleh ahli waris di sepanjang lahan Hop 7, Kelurahan Gunung Elai, Kota Bontang pada Rabu (29/9/2021) sore.

Mereka mengaku dari perwakilan ahli waris kerabat Kesultanan Kutai Kertanegara ING Martadipura yang mereka klaim sebagai pemilik sah lahan seluas 40 hektar itu.

Aji M Abd Sonny Ketua Kepatihan Adat Besar Kutai Kota Bontang mengatakan tujuan dari aksi mereka itu agar pemerintah Kota Bontang segera mengadakan pertemuan dengan para ahli waris untuk membahas pemanfaatan lahan tersebut

Terkait rencana pemerintah yang akan membangun alun-alun di lahan tersebut mereka tidak persoalkan. Namun, mereka meminta agar ahli waris diikut sertakan.

"Kami sudah menyurati Walikota Bontang, suratnya sudah masuk Senin kemarin. Kami tinggal menunggu balasan," jelasnya.

Sonny juga menyampaikan jika klaim Yayasan LNG Badak sebagai pemilik atas tanah tersebut tidak memiliki dasar yang kuat.

"Kami sudah pertemuan dengan mereka (DPRD Kota Bontang). Dewan mengatakan bahwasanya PT Pertamina tidak pernah memberikan kepada PT Badak. Itu sudah real," jelasnya.

Sebelumnya, kata Sonny, pihaknya telah mengikuti rapat dengar pendapat bersama komisi 3 DPRD Kota Bontang yang dihadiri boleh perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bontang dan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kota Bontang untuk membahas terkait kepemilikan lahan tersebut.

Dalam rapat tersebut, dia mengaku bahwa pihak terkait tidak mampu menunjukkan siapa sebenarnya pemilik sah dari lahan Hop 7 itu

"Saya pernah meminta pihak pemerintah menunjukkan surat. Jika memang itu milik pemerintah, siapa yang menyerahkan? Sultan siapa dan diterima oleh siapa. Tapi mereka diam di dalam ruangan waktu itu," ungkapnya. (FN)

Editor : Bagoez Ankara

Bagikan