Gajah Mulai Berevolusi Lahirkan Bayi Tanpa Gading Akibat Terlalu Sering Diburu

pada Oktober 2021.
Dari hasil scan seluruh genom gajah yang dipelajari, peneliti menemukan dua gen yang terkait dengan pertumbuhan gigi pada mamalia, yang keduanya berperan dalam pembentukan enamel, dentin dan material penting lainnya untuk menumbuhkan gigi dan gading. Salah satu gen tersebut—AMELX yang berfungsi dalam pembuatan protein yang disebut amelogenin—ditemukan terkait dengan tekanan seleksi alam akibat perburuan liar.
, Chris Darimont, ilmuwan konservasi Universitas Victoria di British Columbia yang tidak terlibat dalam penelitian, berpendapat hasil studinya menjadi peringatan bagi para ahli ekologi dan pembuat kebijakan tentang ancaman perburuan jangka panjang.
“Mereka memiliki data genomik yang sangat menarik,” tuturnya. “Ini peringatan untuk memahami manusia sebagai kekuatan evolusioner yang dominan di planet.”
Penelitian menerangkan, penurunan jumlah gajah yang terlahir dengan gading dapat memiliki implikasi luas bagi ekosistem. Gajah membutuhkan gading untuk menggali makanan dan mineral dari bawah tanah, mencungkil dan mengupas kulit kayu, menebang pohon dan menciptakan habitat bagi spesies lain. Berubahnya genetika gajah dapat menyebabkan efek riak bagi spesies lain.
“Peningkatan gajah tanpa gading di seluruh populasi mungkin memiliki dampak hilir,” tulis para peneliti. “Di tempat lain, evolusi spesies yang memiliki peran ekologis utama telah memberikan efek yang kuat.”
“Sangatlah penting untuk memahami dinamika evolusi yang cepat di Antroposen. Bukan hanya untuk mengungkapkan dampak biologis dari aktivitas manusia kontemporer,” lanjutnya, “tetapi juga untuk merancang strategi untuk memitigasinya.”




