EXPRESI.co, BONTANG — Puskesmas Bontang Barat bekerja sama Kelurahan Belimbing menggelar pelatihan 25 keterampilan dasar kader Posyandu dengan tema “Mendukung Transformasi Layanan Posyandu Terintegrasi”.

Agenda yang digelar di Balai Pertemuan Daerah (BPU) Kecamatan Bontang Barat itu bakal dilaksanakan selama tiga hari, mulai Rabu 15 Mei hingga Jumat 17 Mei 2024.

Dihadiri Camat Bontang Barat Ida Idris, Lurah Belimbing Dwi Andriyani, dan Rini Wahyuni Penggerak Swadaya Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Bontang serta pihak Puskesmas Bontang Barat.

Dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Bontang Najirah menyempatkan diri hadir membuka kegiatan. Ia memberi apresiasi dan berharap dengan terselenggaranya agenda ini bisa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) untuk kader-kader posyandu.

Lebih jauh Najirah menekankan tugas kader posyandu ke depan bakal semakin kompleks, dan mereka harus bisa melakukan pencatatan dan pelaporan secara manual maupun online.

Bahkan ia menyoroti peran kader sebagai jantungnya posyandu dan menegaskan seluruh kader posyandu harus bekerja sama menurunkan angka Stunting di Kota Taman.

“Dengan meningkatnya kapasitas kader posyandu, diharapkan mereka dapat melaksanakan integrasi layanan primer posyandu khususnya di wilayah Kelurahan Belimbing, serta menjadi posyandu percontohan di Kota Bontang,” pintanya.

Ia juga berharap seluruh elemen di Kelurahan Belimbing terus berkomitmen menurunkan angka Stunting di Kota Bontang. Usai pembukaan tampak dalam forum narasumber dari Dinkes Bontang Dian Arie Sushanty mulai mendiskusikan integrasi layanan kesehatan.

Artinya tidak lagi Posyandu spesifik seperti Posyandu Balita atau pun lansia. Termasuk Pos Binaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu-PTM) tidak ada lagi. “Jadi nanti nggak ada lagi Posbindu, yang ada hanya Posyandu aja. Semua terintegrasi,” ucapnya.

Selain itu tampak meriah para kader posyandu juga diberikan games. Di sela kegiatan Lurah Belimbing Dwi Andriyani menuturkan intergrasi Posyandu ini merupakan aturan nasional.

“Ini aturan dari pusat, sudah ada arahan Posyandu sebagai pusat pelayanan kesehatan untuk segala usia. Ini kan sekarang terpisah ya antara posyandu Balita, Posbindu remaja dan lansia. Idealnya kan semua yang datang dilayani,” ucapnya.

“Misalnya ada yang ngantar anaknya untuk ditimbang, orang tuanya sekaligus bisa dapat cek PTM. Jadi harapannya semua pelayanan terfokus di situ. Juga nanti akan ada pos kelurahan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, “Semua data di Posyandu itu kalau sekarang kan kondisinya langsung laporan ke Dinkes melalui kadernya. Nanti ada Pos kelurahan, nanti ada kader Posyandunya, ada juga dari tenaga kesehatannya.”

“Selama ini kan koordinasinya masih langsung. Dan itu biasanya ada miss antara baik di tingkat RT maupun dari Kelurahan. Terkadang kelurahan ndak ngerti juga bagaiamna kondisi kesehatan di masyarakat, yang tau adalah puskesmas,” jelasnya. (Ca/adv)