EXPRESI.co, BONTANG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Bontang menggelar sosialisasi terkait bahayanya penyakit Tuberkulosis atau TBC di Panti Asuhan ‘Aisyiyah, Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat. Sosialisasi dirangkai dengan skrining penyakit TBC terhadap para santriwati, dan ditutup dengan buka puasa bersama.

Nur Asmah, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Bontang mengatakan, panti asuhan menjadi salah satu tempat yang rawan terjadinya penularan penyakit TBC. Sebab lokasi tersebut kerap terjadi kerumunan dalam satu ruangan. Di sisi lain, beberapa pihak dari luar juga kerap mendatangi panti. Alhasil potensi terjadi masuknya penyakit tersebut yang dibawa dari orang di luar panti cukup tinggi.

“Untuk itu kami skrining. Bila ada tanda-tanda yang mengarah pada TBC, mereka (para santriwati) akan dibawa ke puskesmas untuk dilakukan uji laboratorium,” ujarnya, Rabu (20/3/2024).

Puskesmas yang bertanggung jawab dan menjadi wilayah kerja dari Panti Asuhan ‘Aisyiyah adalah Puskesmas Bontang Barat. Adapun total santriwati yang diskrining kesehatannya sekitar 40 orang.

“Kami rutin melaksanakan seperti ini. Termasuk juga di wilayah-wilayah kumuh karena sangat berpotensi terjangkit penyakit TBC,” pungkas Nur Asmah.
Tuberkulosis atau TBC merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri tersebut dapat masuk ke dalam paru-paru dan mengakibatkan pengidapnya mengalami sesak napas disertai batuk kronis.

TBC adalah salah satu penyakit menular yang perlu diwaspadai. Menurut data dari WHO, pada tahun 2020 sebanyak 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit TBC. Bahkan kini, TBC adalah penyakit yang menduduki peringkat kedua dalam daftar penyakit paling banyak menyebabkan kematian setelah COVID-19. Meski begitu, TBC masih bisa diobati dengan penanganan yang tepat. Namun angka tersebut tidak lebih banyak dari jumlah pasien yang berhasil diselamatkan. Sejak tahun 2000-2018, 58 juta nyawa berhasil melawan penyakit ini dengan pengobatan medis.

TBC dapat menular secara droplet, yaitu ketika seseorang tidak sengaja menghirup percikan ludah dari orang lain pengidap TBC. Paling sering melalui batuk atau bersin, sehingga risikonya cukup tinggi. (BMS/ADV)