EXPRESI.co, BONTANG – Kasus stunting masih menjadi perhatian serius pemerintah di Kota Bontang. Beberapa waktu lalu Wakil Wali Kota Bontang Najirah mengungkapkan bahwa terjadi penurunan angka stunting pada beberapa wilayah di Kota Taman.
Dia mencontohkan Kelurahan Belimbing sebagai salah satu daerah yang memiliki angka stunting paling sedikit dibanding daerah lain di Bontang.
Menurut Ahli Gizi Puskesmas Bontang Barat, Wilman Pasaribu mengungkapkan bahwa hal tersebut diwajarkan mengingat beberapa kondisi yang ada di salah satu wilayah kerja Puskesmas Bontang Barat tersebut.
“Yaa benar karena jumlah balitanya banyak, kemudian kasus yang ditemukan sedikit sehingga presentase kasusnya pasti sedikit,” kata Wilman saat di temui, Senin (27/5) kemarin.
Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa berdasarkan data yang diperoleh dari bulan timbang pada november tahun lalu, Kelurahan Belimbing mendapatkan angka paling rendah kasus stunting se-Kota Bontang, pada angka 11 persen.
“Jadi hitungannya begini, yang menjadi sasaran kita di Belimbing sebanyak 1.200 balita, namun yang berhasil kami timbang itu 710, yang ditemukan stunting itu hanya 83. Sehingga presentasenya hanya 11,63 jadi ya memang rendah,” jelasnya.
Menurutnya faktor kecukupan ekonomi menjadi salah satu penyebab rendahnya angka tersebut. “Kita tau lah Belimbing kondisinya hampir mirip dengan PC Badak (dinaungi perusaahan besar) jadi dengan kondisi ekonomi yang cukup mereka pasti mengusahakan tumbuh kembang anaknya,” ujar dia.
“Karena memang kebanyakan kasus permasalahan gizi balita dasarnya adalah status ekonomi. Ekonomi bagus pasti bakal berupaya anaknya sehat,” tegas dia.
Lebih lanjut, Wilman juga sangat menyangakan masyarakat yang tidak hadir dalam agenda penimbangan massal tersebut. Menurutnya paradigma masyarakat yang menganggap bahwa anaknya baik-baik saja membuat masyarakat enggan melakukan pemeriksaan.
“Alasannya mungkin anak saya sehat buktinya bisa beraktifitas dan lari-lari. Padahal kalau kita lihat, anak yang gizi kurang pun itu juga bisa lari. Jadi itu paradigma yang selalu kita temukan di lapangan,” jelasnya
Selain itu, Wilman juga menjelaskan bahwa indikator pengukuran stunting ialah tingi badan yang didasarkan dengan usia.
“Jadi memang banyak orang yang menilai stunting itu terkait tinggi badan dan berat badan, padahal bukan begitu,” tandasnya. (Ca/Adv)

Tinggalkan Balasan