Tangkapan Kepiting dan Rajungan PPU Tembus 67,1 Ton pada Semester I 2026

Penulis: Admin Senin, 12 Oktober 2026
Tangkapan Kepiting dan Rajungan PPU Tembus 67,1 Ton pada Semester I 2026

PENAJAM – Hasil tangkapan kepiting bakau dan rajungan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, mencapai 67,1 ton hingga Triwulan II 2026. Kedua komoditas perikanan ini memiliki nilai ekonomi bagi nelayan, terutama kepiting berukuran besar yang banyak dipasarkan ke luar daerah.

Data Dinas Perikanan (Diskan) PPU mencatat tangkapan kepiting bakau mencapai 34.719 kilogram, sedangkan rajungan sebanyak 32.392 kilogram. Dengan demikian, total tangkapan kedua komoditas tersebut mencapai 67.111 kilogram atau sekitar 67,1 ton selama Januari–Juni 2026.

Kepala Bidang Perikanan Tangkap Diskan PPU, Nani Adriana, mengatakan kepiting bakau dan rajungan ditangkap di kawasan pesisir dengan karakteristik habitat berbeda.

Rajungan banyak ditemukan di perairan karang, termasuk sekitar Tanjung Jumlai. Sementara kepiting bakau hidup di kawasan mangrove, seperti Pantai Lango, Gersik, Mentawir, hingga Babulu Laut.

“Nelayan menggunakan bubu atau perangkap berumpan untuk menangkap kepiting. Lokasi pencariannya menyesuaikan habitat, karena rajungan dan kepiting bakau hidup di lingkungan yang berbeda,” kata Nani, Senin (12/10/2026).

Dari sisi pemasaran, kepiting berukuran besar memiliki peluang pasar lebih luas. Sebagian hasil tangkapan dikirim ke luar daerah, sementara sisanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal.

Di Babulu Laut, sejumlah nelayan juga membesarkan kepiting berukuran kecil di tambak sebelum menjualnya.

Cara ini dilakukan agar kepiting mencapai ukuran yang lebih diminati pasar dan memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Kalau ukurannya masih kecil, sebagian nelayan tidak langsung menjualnya, tetapi dipelihara dulu di tambak sampai lebih besar,” ujar Nani.

Harga kepiting turut dipengaruhi permintaan pasar. Menurut Nani, menjelang Tahun Baru Imlek, harga kepiting dapat mencapai sekitar Rp200 ribu per kilogram. Namun, nilai jualnya bergantung pada kondisi pasar dan jenis komoditas yang dipasarkan. (ADV)

Bagikan