Setelah Indonesia Raya, Mars Kukar Diarahkan Jadi Penguat Identitas Daerah

Penulis: Admin Selasa, 13 Oktober 2026
Setelah Indonesia Raya, Mars Kukar Diarahkan Jadi Penguat Identitas Daerah

EXPRESI.co, TENGGARONG — Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menetapkan Mars Kukar melalui surat keputusan (SK) bupati sebagai upaya memperkuat identitas daerah dan menumbuhkan kebanggaan masyarakat terhadap tanah kelahirannya. Lagu yang diluncurkan pada Agustus 2026 itu diarahkan untuk dinyanyikan setelah lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam kegiatan yang menerapkan ketentuan tersebut.

Aulia mengatakan, penetapan Mars Kukar diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap daerah. Liriknya membawa pesan tentang kecintaan terhadap tanah kelahiran, penghargaan terhadap adat dan budaya, serta keyakinan terhadap kemampuan masyarakat dalam membangun Kukar.

“Baru Agustus ini kita SK-kan, agar rasa memiliki Kukar kita semakin baik lewat mars tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, kecintaan terhadap daerah perlu tumbuh seiring dengan nasionalisme. Setelah menempatkan Indonesia sebagai bagian utama dari identitas kebangsaan, masyarakat juga diharapkan memiliki kepedulian terhadap daerah asalnya.

“Filosofinya adalah kami menginginkan setelah warga Kukar itu cinta terhadap negara, maka warga Kukar harus mencintai daerahnya,” kata Aulia.

Ia menjelaskan, Mars Kukar tidak sekadar menjadi lagu identitas daerah, tetapi juga memuat gambaran karakter masyarakat yang memiliki ikatan dengan tanah, adat, dan kebudayaan setempat.

Salah satu pesan yang ingin disampaikan ialah keyakinan bahwa masyarakat Kukar memiliki kemampuan untuk berkontribusi bagi kemajuan daerah. Semangat tersebut tercermin melalui penggunaan istilah “jagau”, yang menggambarkan sosok hebat atau tangguh.

Aulia berharap pesan dalam lagu tersebut dapat menumbuhkan kepercayaan diri masyarakat untuk mengambil peran dalam pembangunan. Kebanggaan terhadap daerah, menurutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebudayaan dan mendukung kemajuan Kukar.

Penggunaan Mars Kukar setelah Indonesia Raya juga dimaksudkan untuk memperkuat kesadaran terhadap identitas daerah tanpa mengesampingkan nasionalisme. Lagu kebangsaan tetap menjadi simbol persatuan nasional, sementara Mars Kukar menjadi pengingat akan identitas dan tanggung jawab masyarakat terhadap daerahnya.

“Juga menjadi pengingat terhadap identitas dan tanggung jawab kita sebagai masyarakat di daerah Kukar,” jelas Aulia.

Aulia menyebut lagu tersebut ditulis oleh ayahanda Sultan Kutai Kartanegara. Penetapan melalui keputusan bupati selanjutnya menjadi landasan formal bagi penggunaan Mars Kukar dalam kegiatan yang ditentukan pemerintah daerah.

Melalui lagu tersebut, Pemkab Kukar berharap nilai-nilai kecintaan terhadap tanah kelahiran, adat, dan budaya semakin dikenal serta menjadi bagian dari kebanggaan masyarakat, sekaligus memperkuat semangat untuk berkontribusi bagi daerah dan bangsa.(Adv)

Bagikan