PPU Siapkan Akses Mangrove Kampung Baru ke Gusung, Jembatan Akan Diperpanjang hingga 200 Meter

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menyiapkan sejumlah pembenahan untuk mengembangkan Ekowisata Mangrove Kampung Baru.
Salah satunya memperpanjang jembatan wisata hingga 200 meter ke arah bibir pantai untuk membuka akses menuju kawasan Pulau Gusung.
Selain perpanjangan jembatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) PPU juga menyiapkan usulan pembebasan lahan milik masyarakat dan perluasan area parkir dalam rencana anggaran 2027.
Kepala Disbudpar PPU Safwana mengatakan keterbatasan lahan parkir masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan kawasan mangrove. Karena itu, pembebasan lahan menjadi bagian dari pembenahan yang akan diusulkan pada 2027.
“Kita ingin terus mengembangkan dan mempromosikan wisata mangrove, tetapi salah satu kendalanya masih lahan parkir. Ada lahan masyarakat yang perlu dibebaskan dan rencananya kami usulkan pada 2027,” ujar Safwana, Minggu (27/9/2026).
Menurut Safwana, penyediaan lahan parkir menjadi penting jika promosi kawasan mulai diperluas. Fasilitas yang memadai diperlukan untuk mengantisipasi peningkatan kunjungan wisatawan, termasuk dari luar daerah.
Selain lahan parkir, pemerintah daerah juga menyiapkan pengembangan akses di dalam kawasan mangrove. Jembatan wisata yang sudah tersedia direncanakan diperpanjang sekitar 100 hingga 200 meter menuju bibir pantai.
Perpanjangan jembatan itu diharapkan dapat memperluas ruang jelajah wisatawan sekaligus membuka konektivitas dari kawasan mangrove menuju Pulau Gusung.
“Jembatan wisata nantinya akan kami lanjutkan sekitar 100 sampai 200 meter menuju bibir pantai. Dengan begitu, akses dari kawasan mangrove menuju Gusung dapat lebih terbuka,” katanya.
Safwana mengatakan pengembangan fasilitas menjadi bagian dari upaya memperkuat potensi Mangrove Kampung Baru sebagai destinasi wisata berbasis alam.
Menurut dia, promosi kawasan juga perlu ditingkatkan seiring dengan pembenahan infrastruktur. Wisatawan yang datang dan melihat langsung kawasan mangrove diharapkan dapat menjadi bagian dari pengembangan kunjungan wisata.
“Promosinya memang belum maksimal. Tetapi kalau wisatawan dari luar datang dan melihat langsung kawasan mangrove, saya kira mereka akan tertarik. Setelah lahannya tersedia, berbagai kegiatan wisata juga bisa dikembangkan di sana,” ujarnya.
Pengembangan Mangrove Kampung Baru juga mendapat dukungan melalui program Mangrove for Coastal Resilience (M4CR) Kementerian Kehutanan bersama Bank Dunia.
Penataan kawasan dilakukan secara bertahap dengan tetap mempertahankan fungsi konservasi. Pada saat yang sama, kawasan tersebut dikembangkan untuk mendukung kegiatan edukasi dan pariwisata.
Sejumlah fasilitas pendukung telah disiapkan, di antaranya gazebo, toilet, dan titik swafoto.
Pemkab PPU juga melihat konektivitas dengan Pulau Gusung sebagai bagian dari pengembangan kawasan. Selama ini, wisatawan lebih banyak mengakses Pulau Gusung melalui Balikpapan. (ADV)




