PPU Perkuat Cadangan Pangan dan Antisipasi Karhutla, Pengendalian Inflasi Jadi Perhatian

Penulis: Admin Jumat, 9 Oktober 2026
PPU Perkuat Cadangan Pangan dan Antisipasi Karhutla, Pengendalian Inflasi Jadi Perhatian

PENAJAM — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) memperkuat antisipasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), serta ketahanan pangan untuk menjaga stabilitas daerah. Upaya tersebut dibahas bersama Bank Indonesia (BI) Balikpapan dalam pertemuan di Kantor Bupati PPU, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan yang berlangsung di lantai III Kantor Bupati PPU itu turut dihadiri Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Asisten III Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah, Kepala Perwakilan BI Balikpapan, pimpinan OPD, dan sejumlah pihak terkait.

Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar, yang mewakili Bupati PPU, mengatakan penanganan berbagai persoalan daerah membutuhkan koordinasi lintas sektor.

Pemerintah sambungnya, bersama BI, organisasi perangkat daerah (OPD), dan pemangku kepentingan lainnya perlu menyatukan langkah sesuai tugas masing-masing.

“Di antara kita hanya bisa dibedakan fungsi dan perannya, tetapi tidak bisa dipisahkan. Oleh karena itu, menjadi keniscayaan bagi kita untuk membangun kekuatan, soliditas, dan kemampuan adaptif. Hal ini menjadi keharusan di antara kita,” ujarnya.

Menurutnya dalam menghadapi ancaman Karhutla misalnya. Tohar meminta jajarannya memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, kebiasaan menggunakan api untuk membersihkan lahan berpotensi memicu kebakaran yang meluas dan sulit dikendalikan.

“Karena beberapa kejadian, Bapak dan Ibu sekalian, sebetulnya berawal dari perilaku kita. Kemudian, kita mengambil langkah pengamanan dengan cara pembakaran, tetapi akhirnya kebakaran justru semakin menjadi,” jelasnya.

Selain pencegahan Karhutla, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada ketersediaan cadangan pangan.

Tohar menilai penambahan cadangan pangan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar daerah memiliki kesiapan menghadapi kondisi darurat maupun gangguan pasokan.

“Cadangan pangan daerah ini kalau bisa ditambah terus dari waktu ke waktu agar kita memiliki ketahanan dan kesiapan dalam menghadapi situasi apa pun yang bersifat urgent,” ucapnya.

Menurut Tohar, ketersediaan pangan yang memadai juga berkaitan dengan upaya pengendalian inflasi.

Cadangan yang cukup diharapkan membantu pemerintah merespons gangguan pasokan dan gejolak harga, sekaligus menjaga pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kerja sama dengan BI Balikpapan diharapkan dapat memperkuat koordinasi kebijakan, mendorong produktivitas sektor pangan, serta meningkatkan literasi masyarakat terkait pengelolaan ekonomi. (ADV)

Bagikan