PPU Kejar Target 3.546 Hektare Pertanian Modern, Penggarapan Lahan Digenjot

Penulis: Admin Senin, 12 Oktober 2026
PPU Kejar Target 3.546 Hektare Pertanian Modern, Penggarapan Lahan Digenjot

PENAJAM – Dinas Pertanian Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menggenjot penggarapan lahan untuk memenuhi target program Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) seluas 3.546 hektare pada 2026. Oktober ini, penggarapan lahan ditargetkan mencapai 893 hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian PPU, Gunawan, mengatakan percepatan penggarapan lahan diperlukan agar pelaksanaan program Kementerian Pertanian tersebut berjalan sesuai target.

“Lahan enam hektare untuk demplot di Sesulu, Kecamatan Waru, sudah dipastikan siap. Sekarang kami terus mengajak petani menggarap lahannya. Sebagian sudah mulai mengerjakan,” kata Gunawan saat dihubungi, Senin (12/10/2026).

PPU mendapat alokasi 3.546 hektare dari total target PM-AAS di Kalimantan Timur seluas 7.125 hektare.

Dengan alokasi tersebut, PPU menanggung hampir separuh dari sasaran program di tingkat provinsi.

PM-AAS menerapkan metode tanam benih langsung dengan pola jajar legowo. Sistem ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas padi melalui pola tanam yang lebih teratur dan penerapan teknologi pertanian modern.

Namun, pelaksanaan program di PPU menghadapi tantangan kondisi lahan yang sebagian besar masih mengandalkan air hujan.

Gunawan menyebut luas lahan pertanian yang didukung irigasi di daerah itu sekitar 352 hektare.

Meski demikian, sebagian petani tetap mengolah lahan saat kondisi kering, di antaranya di wilayah Rawa Mulia dan Sidorejo.

Waktu penggarapan bergantung pada kebiasaan dan kesiapan masing-masing petani.

“Penggarapan kembali pada kesiapan petani. Ada yang terbiasa mengolah lahan saat kering, ada juga yang menunggu air menggenangi sawah agar setelah itu bisa langsung ditanami,” ujarnya.

Dinas Pertanian PPU menargetkan seluruh alokasi PM-AAS seluas 3.546 hektare dapat terpenuhi hingga akhir Desember 2026. Pendampingan dan ajakan kepada petani untuk segera menggarap lahan terus dilakukan guna mengejar target tersebut. (ADV)

Bagikan