PPU Alokasikan Rp1,8 Miliar DBH Sawit untuk Lanjutkan Peningkatan Jalan Waru-Bangun Mulyo

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melanjutkan peningkatan Jalan Waru-Bangun Mulyo di Kecamatan Waru menggunakan dana bagi hasil (DBH) kelapa sawit.
Tahun ini, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp1,8 miliar untuk menangani ruas jalan yang menjadi akses penting bagi masyarakat dan kawasan perkebunan.
Pekerjaan tahun ini mencakup sekitar 250 meter badan jalan. Proyek tersebut telah memasuki tahap pelaksanaan dan kini berlanjut ke pekerjaan pengaspalan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) PPU, Petriandy Ponganton Pasulu, mengatakan pemanfaatan DBH kelapa sawit diarahkan untuk meningkatkan infrastruktur yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat, salah satunya akses jalan.
“Pekerjaannya sudah berkontrak dan sekarang masuk tahap pelaksanaan. Panjang yang ditangani tahun ini sekitar 250 meter dan sudah masuk tahap pengaspalan,” kata Petriandy, Senin (28/9/2026).
Peningkatan Jalan Waru-Bangun Mulyo dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah masih memprioritaskan ruas tersebut hingga seluruh bagian yang menjadi target penanganan dapat diselesaikan.
“Untuk DBH sawit, kami masih memprioritaskan Jalan Waru-Bangun Mulyo. Penanganannya dilakukan bertahap sampai bagian yang menjadi target bisa diselesaikan,” ujarnya.
Ruas jalan yang tercantum dalam Surat Keputusan (SK) Jalan Kabupaten tersebut memiliki panjang sekitar 8 kilometer.
Hingga saat ini, penanganan telah mencapai STA 6 atau sekitar enam kilometer dari keseluruhan ruas. Artinya, masih terdapat sekitar dua kilometer yang belum tertangani.
Petriandy mengatakan penyelesaian sisa ruas tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar. Setelah seluruh bagian Jalan Waru-Bangun Mulyo selesai ditangani, PUPR PPU baru akan mengalihkan prioritas peningkatan ke ruas jalan lainnya.
“Masih ada sekitar 2 kilometer lagi yang harus diselesaikan. Setelah itu tuntas, baru kami bisa mengalihkan penanganan ke ruas lainnya,” katanya.
Penanganan ruas tersebut telah dilakukan dalam beberapa tahap. Selain peningkatan jalan, pemerintah sebelumnya juga membangun Jembatan Sesulu-Gunung Batu di Kelurahan Waru dengan anggaran sekitar Rp10 miliar.
Untuk peningkatan jalan, anggaran yang dialokasikan tercatat sekitar Rp9,1 miliar pada 2023, Rp9,1 miliar pada 2024, Rp3 miliar pada 2025, dan Rp1,8 miliar pada 2026.
Dari beberapa tahap pekerjaan tersebut, total penanganan jalan telah mencapai sekitar empat kilometer, menurut Petriandy. Pekerjaan tahun ini kembali diarahkan untuk melanjutkan peningkatan ruas yang belum tertangani.
“Kalau dari beberapa tahap pekerjaan, penanganannya sudah sekitar 4 kilometer. Tahun ini kami lanjutkan lagi dengan dukungan DBH sawit sekitar Rp1,8 miliar,” ujarnya.
Pekerjaan tahun 2026 ditargetkan rampung pada Desember. PUPR PPU optimistis target tersebut tercapai karena panjang ruas yang ditangani dalam paket pekerjaan tahun ini relatif pendek.
“Targetnya selesai Desember. Karena panjang pekerjaan tahun ini tidak terlalu jauh, kami optimistis bisa selesai sesuai masa kontrak,” pungkasnya. (ADV).




