Expresi.co
Kapan Kita Layak Meng-'Cancel' Seseorang maupun Karyanya akibat Perilaku Tercela?
Home/Suka-suka

Kapan Kita Layak Meng-'Cancel' Seseorang maupun Karyanya akibat Perilaku Tercela?

Redaksi Expresi.co Jumat, 3 Juni 2022

Dalam beberapa tahun terakhir, kita santer mendengar istilah �cancel culture� (budaya boikot) dalam menanggapi individu yang dianggap melakukan hal tercela atau tidak dapat dimaafkan. Misalnya, saat mereka melakukan pelecehan seksual atau mengemukakan pandangan rasis.

Bagikan:WhatsAppXFacebook