Expresi.co
Begini Jadinya Jika Robot AI Menggambar Dirinya Sendiri
Home/UTAMA

Begini Jadinya Jika Robot AI Menggambar Dirinya Sendiri

Redaksi Expresi.co Senin, 13 Juni 2022

DALL-E merupakan langkah terbaru mewujudkan kecerdasan buatan sebagai alat mengembangkan kreasi seni digital. Dikembangkan oleh OpenAI, sistem AI ini secara akurat menghasilkan gambar berdasarkan deskripsi teks pendek. DALL-E menggunakan model machine learning berisi miliaran parameter individual yang mampu mengilustrasikan frasa apa pun yang dimasukkan pengguna. Kebanyakan ciptaannya sangat realistis, meski terkadang menjurus pada SARA dan seksisme.

Sayangnya, DALL-E baru bisa diakses oleh segelintir seniman dan peneliti, sehingga banyak sistem AI open source yang berusaha membuat tiruannya. Salah satu contohnya DALL-E Mini yang dihosting pada repositori AI HuggingFace. Gambar ciptaannya sukses mengocok perut netizen sepekan terakhir. Bagaimana tidak, karya seni yang dihasilkan DALL-E Mini begitu absurd dan lebih cocok dijadikan meme. (Silakan lihat sendiri hasilnya: �Gender reveal 9/11� dan �Aileen Wuornos on Drag Race�.)

Tim Motherboard, portal berita teknologi milik VICE, pun dibuat penasaran. Kami akhirnya iseng meminta sistem itu menggambar dirinya sendiri, dan hasilnya� sulit dipahami oleh kata-kata. Berdasarkan deskripsi yang kami berikan, DALL-E Mini menganggap dirinya sebagai binatang mirip burung laut dan kambing, atau bahkan bola misterius yang menyerupai organisme mikroskopis�di antara banyak mutasi aneh lainnya.

Teks pendek meminta Dall-E Mini menggambar dirinya sendiri. (Atas Kiri-Kanan): �Portrait of Dall-E� bergambar kambing, �Photo of Dall-E looking at the camera� bergambar burung laut, �Dall-E reveals itself� bergambar lingkaran hijau aneh. (Bawah Kiri-Kanan): �Dall-E in Nintendo 64� bergambar game jadul, �Dall-E�s true form� bergambar objek abstrak, �Dall-E shaking hands with Obama� bergambar foto lelaki mirip Obama yang wajahnya sudah diedit aneh. �Self-Portrait of DALL-E� menggambarkan lelaki tua berjenggot lebat yang pakai kacamata.

Perlu diingat DALL-E Mini berbeda dari sistem DALL-E OpenAI. Hasilnya tidak seakurat versi asli karena ukuran model, dataset dan pelatihannya tidak sebesar� milik OpenAI. Para penciptanya juga telah menegaskan proyek ini memang berskala kecil.

�Kami bisa mencapai hasil yang mengesankan (walaupun kualitasnya lebih rendah) dengan sumber daya perangkat keras yang jauh lebih kecil,� tulis pencipta DALL-E Mini saat mendeskripsikan proyek mereka. �Kami dapat memenuhi timeline yang ketat dengan menyederhanakan arsitektur dan persyaratan memori model, serta memanfaatkan kode open-source dan model pra-pelatihan yang tersedia.�

Deskripsi proyek mengungkapkan modelnya masih dilatih. Sementara itu, DALL-E Mega, versinya yang lebih maju, sudah bisa diunduh�meski tidak semudah mengakses DALL-E Mini (yang di Indonesia sudah dipakai untuk bikin meme, termasuk menggambar ulang sosok politikus seperti Megawati dan Luhut Panjaitan).

DALL-E masih dalam proses uji beta tertutup, sehingga proyek kecil-kecilan macam DALL-E Mini memungkinkan orang biasa seperti kita-kita menjajal kolaborasi artistik AI-manusia pertama di dunia�serta memberi gambaran seperti apa masa depan kancah seni di tengah kemajuan teknologi.

Bagikan:WhatsAppXFacebook