Polusi Udara di Babulu, Aktivitas Sekolah Memungkinkan Dilakukan Jarak Jauh

Penulis: Admin Jumat, 25 September 2026
Polusi Udara di Babulu, Aktivitas Sekolah Memungkinkan Dilakukan Jarak Jauh

PENAJAM – Kabut asap kebakaran hutan dan lahan di sekitar Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara, menyebabkan udara tercemar polusi. Aktivitas sekolah memungkinkan dilakukan jarak jauh atau daring.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) PPU Durajat mengatakan, berdasarkan laporan Dinas Kesehatan, indeks kualitas udara di Kecamatan Babulu pada Rabu (23/9/2026) berada di atas 300.

Kondisi tersebut menjadi pertimbangan untuk mengambil langkah pencegahan terhadap dampak paparan kabut asap bagi pelajar.

“Untuk wilayah Kecamatan Babulu, kemarin laporan Dinas Kesehatan bahwa kondisi udara juga sangat tidak sehat, indeksnya di atas 300,” kata Durajat, Kamis (24/9/2026).

Meski demikian, penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di Babulu masih menunggu arahan pimpinan. Disdikpora PPU terlebih dahulu mempertimbangkan langkah preventif untuk melindungi pelajar dari paparan kabut asap.

“Kami menunggu arahan pimpinan untuk langkah-langkah preventif, apakah turut diberlakukan PJJ untuk Kecamatan Babulu,” ujarnya.

PJJ Sudah Diterapkan di Sepaku

Sementara itu, PJJ di Kecamatan Sepaku telah berjalan selama sepekan. Kebijakan tersebut diterapkan sebagai respons terhadap kondisi udara yang terdampak kabut asap karhutla.

Selama PJJ, pelajar mengikuti pembelajaran dari rumah. Sementara guru tetap diharapkan melaksanakan kegiatan belajar mengajar dari sekolah karena fasilitas pendukung pembelajaran masih tersedia di sekolah.

“Jadi, PJJ itu anaknya belajar di rumah, kemudian guru tetap diharapkan melakukan pembelajaran jarak jauh dari sekolah karena fasilitas pembelajarannya di sekolah semua,” jelas Durajat.

Sekolah Diminta Batasi Aktivitas di Luar Ruangan

Untuk Kecamatan Penajam dan Waru, kondisi udara disebut belum menunjukkan kondisi seperti di Sepaku dan Babulu.

Meski demikian, Disdikpora PPU telah meneruskan surat edaran kepada sekolah agar mengoptimalkan kegiatan pembelajaran di dalam ruangan.

Sekolah juga diminta membatasi aktivitas pelajar di luar ruangan dan menganjurkan penggunaan masker sebagai langkah perlindungan dari paparan kabut asap.

“Anak-anak jangan banyak melakukan aktivitas di luar ruangan. Yang kedua, anjuran menggunakan masker,” katanya.

PJJ Berpengaruh pada Pelaksanaan MBG

Apabila PJJ diberlakukan di Kecamatan Babulu, Disdikpora PPU akan berkoordinasi dengan perwakilan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten PPU.

Koordinasi diperlukan untuk membahas mekanisme pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi pelajar selama kegiatan belajar dilakukan dari rumah.

“Kalau kita berlakukan PJJ, kita juga harus melaporkan ke perwakilan BGN wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara. Begitu sekolah libur, MBG-nya nanti mekanismenya seperti apa,” terangnya.

Ia berharap kondisi kualitas udara segera membaik sehingga kegiatan pembelajaran dapat kembali berjalan normal. (ADV)

Bagikan