Petugas Karhutla PPU Bisa Bertugas 24 Jam, BPBD Siapkan Pemeriksaan Kesehatan

Penulis: Admin Jumat, 25 September 2026
Petugas Karhutla PPU Bisa Bertugas 24 Jam, BPBD Siapkan Pemeriksaan Kesehatan

PENAJAM – Petugas penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, dapat bekerja hingga 24 jam ketika kebakaran membutuhkan penanganan berkelanjutan.

Kondisi itu membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU menyiapkan pemeriksaan kesehatan bagi personel yang terlibat di lapangan.

Kepala BPBD PPU Nurlaila mengatakan petugas menghadapi sejumlah risiko selama berada di lokasi kebakaran.

Mereka terpapar asap, panas, api, dan debu dalam durasi kerja yang panjang.

Menurut Nurlaila, beban kerja petugas meningkat ketika titik api membutuhkan penanganan dalam waktu lama.

Dalam kondisi tertentu, personel harus bertahan di lapangan hingga 24 jam untuk mengendalikan kebakaran.

Saat ini, sekitar 35 personel satgas lapangan masih menjalankan tugas pemadaman secara rutin di sejumlah wilayah PPU.

BPBD berencana menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung dan Dinas Kesehatan PPU untuk memeriksa kondisi kesehatan para petugas.

Namun, pemeriksaan belum dilakukan karena personel masih diprioritaskan untuk menangani karhutla.

“Pemeriksaan kesehatan akan kami jadwalkan. Kami akan meminta rumah sakit dan Dinas Kesehatan untuk memfasilitasi pemeriksaan bagi petugas,” kata Nurlaila, Kamis (24/9/2026).

BPBD menyediakan sejumlah kebutuhan untuk menjaga stamina personel, antara lain air mineral, susu, dan minuman bersuplemen.

“Kami menyediakan susu, minuman bersuplemen, dan kebutuhan lainnya untuk membantu menjaga stamina teman-teman yang bertugas di lapangan,” ungkapnya.

Selain asupan untuk menjaga stamina, BPBD juga mendorong petugas menggunakan alat pelindung pernapasan berupa masker sesuai standar.

Namun, penggunaan masker dalam waktu lama menjadi kendala bagi sebagian petugas karena membuat mereka kesulitan bernapas ketika bekerja di tengah kondisi panas.

“Masker yang digunakan harus sesuai standar. Akan tetapi, tidak semua teman-teman bisa memakainya dalam waktu lama karena ada yang merasa kesulitan bernapas,” ujarnya.

Meski bekerja dalam kondisi berisiko, BPBD memastikan belum ada personel yang mengalami luka berat selama penanganan karhutla.

Keluhan yang dialami petugas sejauh ini antara lain kelelahan, sakit pinggang, dan luka ringan seperti lecet pada lutut. Sejumlah pakaian petugas juga sempat terbakar ketika mereka berada di lokasi pemadaman.

“Kalau luka bakar atau yang berat tidak ada. Paling pakaian petugas yang terbakar. Keluhan seperti sakit pinggang, kelelahan, dan lutut lecet tetap ada,” pungkasnya. (ADV)

Bagikan