Pertumbuhan Ekonomi Kutim Tiba-tiba Anjlok ke 1,3 Persen, Bupati Minta Data Dikaji Ulang

Penulis: Redaksi Expresi Selasa, 10 Maret 2026
Pertumbuhan Ekonomi Kutim Tiba-tiba Anjlok ke 1,3 Persen, Bupati Minta Data Dikaji Ulang

‎EXPRESI.co, KUTIM - Penurunan tajam angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kutai Timur (Kutim) pada 2025 memunculkan tanda tanya di internal pemerintah daerah. ‎ ‎Data yang menunjukkan penurunan dari 9,8 persen pada 2024 menjadi 1,3 persen pada 2025 dinilai perlu dikaji ulang. ‎ ‎Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman bahkan meminta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kutim melakukan koreksi terhadap data tersebut, karena dinilai tidak sepenuhnya selaras dengan kondisi yang dilihat pemerintah daerah. ‎ ‎“Saya akan koordinasi dengan pihak akademisi. Karena data yang saya lihat di Bappeda kita masih normal saja,” ujarnya. ‎ ‎Menurut Ardiansyah, pemerintah daerah perlu melibatkan kalangan akademisi untuk melakukan kajian lebih mendalam agar penyebab turunnya angka pertumbuhan ekonomi tersebut dapat diketahui secara objektif. ‎ ‎Kajian itu dinilai penting sebagai dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan langkah kebijakan yang tepat, terutama untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah. ‎ ‎Ia juga meminta seluruh perangkat daerah meningkatkan koordinasi dalam upaya memperkuat kembali pertumbuhan ekonomi Kutai Timur. ‎ ‎Secara struktur ekonomi, Kutim masih bergantung pada sektor pertambangan, industri pengolahan, serta pertanian dan perkebunan. Ketergantungan pada sektor-sektor tersebut dinilai berpotensi menimbulkan kerentanan apabila terjadi fluktuasi pada sektor utama tersebut. ‎ ‎Karena itu, pemerintah daerah mendorong pengembangan sektor lain guna menciptakan struktur ekonomi yang lebih beragam dan berkelanjutan. ‎ ‎Di tengah turunnya angka pertumbuhan ekonomi tersebut, kondisi inflasi di Kutai Timur justru dinilai masih stabil. ‎ ‎“Inflasi Kutim cukup bagus. Harga dan stok barang masih terpantau dengan baik,” kata Ardiansyah. ‎ ‎Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setkab Kutim Suriansyah menyebutkan inflasi bulanan Kutim tercatat sebesar -0,22 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional bulanan yang mencapai 0,68 persen. ‎ ‎“Dari pantauan kami, di Kutai Timur stok barang masih aman tersedia dan daya beli masyarakat juga masih tetap bagus,” ungkapnya. ‎ ‎Menurutnya, kondisi inflasi yang relatif stabil tersebut menunjukkan bahwa penurunan pertumbuhan ekonomi yang tercatat secara makro belum sepenuhnya tercermin dalam kondisi konsumsi masyarakat. ‎ ‎Namun demikian, Suriansyah mengakui pihaknya belum melakukan perbandingan data inflasi tahunan secara rinci dengan periode sebelumnya. ‎ ‎“Saya belum mengkomparasi data dari tahun-tahun lalu. Tapi secara garis besar sekarang lebih bagus,” ujarnya.(Yuristio)

Bagikan