Penajam Paser Utara Fest 2026, Merawat Keberagaman lewat Budaya

Penulis: Admin Minggu, 20 September 2026
Penajam Paser Utara Fest 2026, Merawat Keberagaman lewat Budaya

PENAJAM – Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, tumbuh sebagai daerah yang memiliki identitas masyarakat beragam. Perbedaan suku, agama, dan latar budaya (Pluralisme) hidup berdampingan dalam kehidupan sehari-hari.

Pemerintah daerah berupaya menjadikan kebudayaan sebagai salah satu ruang untuk mempertemukan perbedaan tersebut.

Hal itu terlihat dalam Penajam Paser Utara (PPU) Fest ke-4 yang digelar pada 18-19 September 2026. Denga tema ”Harmoni, Budaya, dan Kreativitas”, festival di halaman Kantor Bupati.

Sekretaris Daerah Kabupaten PPU Tohar mengatakan keragaman masyarakat tidak semestinya dilihat sebagai perbedaan. Sebaliknya, keragaman suku, agama, dan budaya dapat menjadi kekuatan.

”Sesuai dengan tema kegiatan, Harmoni, Budaya, dan Kreativitas. Kita patut bangga dengan keragaman yang ada. Suku, agama, dan budaya adalah penguat yang tumbuh menguatkan Penajam,” kata Tohar saat menutup PPU Fest, Sabtu (19/9/2026).

Menurut Tohar, festival tersebut menjadi salah satu cara memperlihatkan kebudayaan yang tumbuh di tengah masyarakat PPU.

Pertemuan melalui pertunjukan, kata dia, juga dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat yang memiliki latar belakang berbeda.

”Festival ini juga menjadi ajang untuk menyatukan perbedaan dan mengikatkan diri satu dengan yang lain bahwa kita merupakan keluarga Penajam Paser Utara,” ujarnya.

Selama dua hari pelaksanaan, panggung festival diisi berbagai pertunjukan. Kesenian tradisional tampil bersama band lokal dan hiburan dari artis ibu kota.

Masyarakat juga dapat melihat produk kuliner dan berbagai produk lokal yang dibawa pelaku UMKM.

Pertemuan antara kebudayaan dan kegiatan ekonomi itu menjadi bagian lain dari PPU Fest.

Para pelaku UMKM dan ekonomi kreatif memperoleh ruang untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat yang datang ke festival.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU Safwana, ikut bernyanyi menghibur masyarakat dalam rangkaian PPU Fest ke-4 di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Jumat (18/9/2026). (Istimewa)

Disisi lain Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten PPU Safwana mengatakan, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan mempertahankan kesenian yang sudah ada.

Generasi muda perlu diberi kesempatan untuk mengenal dan mengembangkan kebudayaan melalui kreativitas mereka.

”Generasi muda, pelaku ekonomi kreatif kita dorong, kit diberikan ruang untuk berkembang. Kegiatan ini memberikan kesempatan untuk memperkenalkan produk mereka,” katanya.

Karena itu, Safwana berharap PPU Fest dapat terus dikembangkan pada tahun-tahun mendatang. (ADV)

Bagikan