Pemkab PPU Prioritaskan Wilayah Rawan Pangan untuk Gerakan Pangan Murah

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memprioritaskan wilayah rawan pangan dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) Triwulan IV 2026.
Pemerintah daerah akan menggunakan peta kerawanan pangan untuk menentukan lokasi distribusi bahan pokok.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, mengatakan pendekatan tersebut bertujuan menjangkau warga yang kesulitan mengakses pasar, terutama di wilayah pesisir dan pedalaman.
“Kalau selama ini warga yang datang ke pasar, sekarang pemerintah yang harus hadir ke wilayah mereka. Peta warna merah itu yang kita dahulukan,” kata Tohar, Kamis (15/10/2026).
Peta kerawanan pangan tersebut membagi wilayah dalam tiga kategori, yakni merah untuk daerah rawan, kuning untuk daerah waspada, dan hijau untuk daerah aman.
Dinas Ketahanan Pangan PPU akan menggunakan data itu sebagai acuan untuk menentukan lokasi pelaksanaan GPM.
Menurut Tohar, penempatan titik distribusi lebih dekat dengan permukiman warga diharapkan dapat mengurangi biaya transportasi masyarakat untuk membeli kebutuhan pokok.
Pemkab PPU juga akan berkoordinasi dengan Perum Bulog untuk menyesuaikan pasokan bahan pangan dengan kebutuhan di setiap lokasi. Tohar mengingatkan agar distribusi tidak menumpuk di satu wilayah, sementara wilayah lain kekurangan pasokan.
“Koordinasi dengan Bulog harus jalan, supaya apa yang dibawa benar-benar sesuai kebutuhan warga di lapangan,” ujarnya. (ADV)




