Pemkab PPU Perkuat Identitas Daerah Lewat Jingle Ise Kabar Taka

Penulis: Admin Sabtu, 3 Oktober 2026
Pemkab PPU Perkuat Identitas Daerah Lewat Jingle Ise Kabar Taka

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menjadikan jingle “Ise Kabar Taka” sebagai salah satu identitas musikal daerah.

Setiap kegiatan resmi pemerintah hingga tingkat desa dan kelurahan, diarahkan menyanyikan jingle tersebut. Ketentuan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor 100.3.4/330/Tu-Pimp/Itpp-Bapelitbang tentang Penggunaan Jingle “Ise Kabar Taka”.

Sekretaris Bapelitbang PPU Arif Afandi mengatakan jingle tersebut merupakan karya Muhammad Ismail, yang meraih juara pertama Lomba Jingle Gebyar Gerbang Nusantara tingkat Kabupaten PPU 2025.

Karya itu juga telah tercatat di Kementerian Hukum Republik Indonesia.

Menurut Arif, jingle tersebut dibuat sebagai upaya menghadirkan identitas musikal yang merepresentasikan karakter dan budaya masyarakat PPU.

Penggunaan bahasa Paser menjadi salah satu unsur yang memperkuat identitas tersebut.

“Jingle ini dihasilkan melalui lomba inovasi yang kami selenggarakan untuk menciptakan identitas musikal daerah. Kami ingin PPU memiliki jingle yang mencerminkan budaya dan karakter masyarakat setempat,” kata Arif, Sabtu (3/10/2026).

Ia mengatakan, penggunaan bahasa Paser dalam “Ise Kabar Taka” tidak terlepas dari akar budaya masyarakat PPU.

Karena itu, pemerintah berharap jingle tersebut tidak hanya digunakan sebagai pelengkap kegiatan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan identitas budaya daerah.

Melalui surat edaran bupati, penggunaan jingle diterapkan dalam kegiatan resmi mulai dari tingkat kabupaten hingga desa dan kelurahan. Pemerintah juga mendorong masyarakat dan perusahaan yang berdomisili di PPU untuk ikut menggunakannya.

Arif berharap penggunaan yang semakin luas dapat membuat jingle tersebut lebih dikenal dan menjadi penanda daerah.

“Kami sudah mengatur penggunaannya melalui surat edaran bupati. Harapannya, jingle ini bisa menjadi ciri khas PPU sehingga masyarakat maupun orang dari luar daerah lebih mudah mengenalinya,” ujarnya.

Selain jingle, Bapelitbang PPU juga menyiapkan lomba penciptaan hymne daerah. Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperbarui identitas musikal daerah agar selaras dengan perkembangan dan arah pembangunan PPU saat ini.

Arif mengatakan, hymne yang selama ini digunakan belum memiliki pencatatan hak cipta dan masih memuat nuansa visi-misi kepala daerah terdahulu.

Karena itu, pemerintah daerah berencana menggelar lomba untuk menghasilkan hymne baru yang dapat merepresentasikan visi-misi kepemimpinan saat ini sekaligus memperkuat identitas PPU sebagai Gerbang Nusantara. (ADV)

Bagikan