Pemkab Kukar Perkuat Akses Kerja Masyarakat Lewat Program Kukar Siap Kerja

EXPRESI.co, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperkuat akses masyarakat terhadap informasi dan kesempatan kerja melalui Program Kukar Siap Kerja. Program tersebut diarahkan menjadi penghubung antara pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja sesuai kualifikasi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan keberadaan program tersebut perlu dimaksimalkan agar informasi mengenai lowongan pekerjaan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, pemerintah daerah memiliki peran dalam membuka akses informasi ketenagakerjaan sekaligus memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
“Kita ingin Kukar Siap Kerja benar-benar menjadi penghubung yang memudahkan masyarakat menemukan peluang pekerjaan sekaligus membantu perusahaan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhannya,” kata Aulia, Jumat (25/9/2026).
Ia menilai keterbukaan informasi mengenai peluang kerja dapat membantu masyarakat menentukan pilihan pekerjaan sesuai kemampuan, keahlian, dan bidang yang diminati.
Dengan akses informasi yang lebih mudah, pencari kerja juga dapat mengetahui kebutuhan tenaga kerja dari berbagai perusahaan serta mempersiapkan diri sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.
Aulia mengatakan penguatan program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kukar memperluas kesempatan masyarakat untuk masuk ke dunia kerja sekaligus mendukung penanganan pengangguran di daerah.
Namun, menurutnya, perluasan akses kerja harus berjalan beriringan dengan peningkatan kompetensi tenaga kerja. Kesiapan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting agar pencari kerja mampu memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh dunia usaha.
“Selain membuka akses informasi, kita juga harus memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sehingga lebih siap ketika masuk ke dunia kerja,” tandas Aulia.
Pemkab Kukar selanjutnya mendorong agar sinergi antara pemerintah, pencari kerja, lembaga pelatihan, dan dunia usaha terus diperkuat. Dengan demikian, informasi lowongan dan kebutuhan tenaga kerja dapat dipertemukan secara lebih efektif dengan kompetensi masyarakat yang tersedia.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih terbuka, sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat Kukar untuk memperoleh pekerjaan sesuai potensi dan kemampuan yang dimiliki. (Adv)




