Pelabuhan Speedboat Penajam Dapat Rp400 Juta untuk Perbaikan, Rehabilitasi Total Disiapkan 2027

PENAJAM – Kerusakan fasilitas di Pelabuhan Speedboat Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, akan mendapat penanganan awal melalui anggaran sekitar Rp400 juta dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Anggaran tersebut disiapkan melalui APBD Perubahan 2026 untuk memperbaiki bagian pelabuhan yang dinilai paling mendesak, terutama tangga pada jembatan yang setiap hari digunakan penumpang untuk naik dan turun dari speedboat.
Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin mengatakan perbaikan tersebut diperlukan untuk menjaga akses penyeberangan masyarakat tetap dapat digunakan sembari menunggu rehabilitasi total pelabuhan.
“Karena yang paling krusial itu kita lihat keseharian kita menyeberang. Penumpang turun naik melalui jembatan itu, tangganya rusak. Mudah-mudahan yang Rp400 juta bisa maksimalkan dulu,” kata Waris, Minggu (27/9/2026).
Menurut Waris, kerusakan tidak hanya terdapat pada tangga. Sejumlah bagian struktur jembatan yang menjadi akses utama penumpang juga mulai mengalami kerusakan.
Karena digunakan setiap hari, fasilitas tersebut menjadi bagian yang diprioritaskan untuk mendapat penanganan melalui anggaran perubahan tahun ini.
Perbaikan tersebut bersifat sementara sebelum pemerintah melakukan penataan dan pembangunan kembali kawasan pelabuhan secara lebih menyeluruh.
Rehabilitasi Total Rp21 Miliar pada 2027
Selain perbaikan awal, Pemerintah Provinsi Kaltim bersama Pemkab PPU telah membahas rencana rehabilitasi total Pelabuhan Speedboat Penajam pada 2027.
Anggaran yang disiapkan untuk pekerjaan tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp21 miliar.
“Untuk anggaran yang akan dialokasikan sekitar Rp21 miliar. Jadi pelabuhannya nanti direhabilitasi total,” ujar Waris.
Rehabilitasi tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki jembatan yang digunakan saat ini. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan fasilitas baru di sisi lain kawasan pelabuhan.
Lokasi pembangunan direncanakan berada di antara area Pelabuhan Feri Penajam dan jembatan speedboat yang ada sekarang.
“Jembatan yang ada itu tidak tersentuh. Yang mau dibangun ini di samping kanan, antara feri dengan jembatan speedboat, tempat parkir speed,” jelasnya.
Menurut Waris, fasilitas baru tersebut akan memiliki area yang lebih luas sehingga dapat ditata untuk mendukung aktivitas penumpang dan kegiatan ekonomi masyarakat.
Bangunan pelabuhan yang ada juga berpeluang dikembangkan sebagai kawasan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Rencana untuk UMKM jangka panjangnya. Artinya kalau ini sudah selesai, mungkin kita tata di situ untuk UMKM,” pungkasnya. (ADV)




