Pameran Seni Rupa Meriahkan Erau Adat Kutai 2026, Jadi Ruang Apresiasi Perupa Lokal

Penulis: Admin Sabtu, 26 September 2026
Pameran Seni Rupa Meriahkan Erau Adat Kutai 2026, Jadi Ruang Apresiasi Perupa Lokal

EXPRESI.co, TENGGARONG — Beragam karya seni rupa menghiasi rangkaian Erau Adat Kutai 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pameran tersebut menjadi ruang bagi perupa lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus mempertemukan masyarakat dengan aktivitas seni yang berkembang di Tenggarong.

Perupa sekaligus Guru SMAN 1 Tenggarong, Julia Teja Ningsih, mengatakan pameran melibatkan enam perupa dengan latar belakang dan karya yang beragam. Mereka terdiri dari Julia, Nur Fajri, Daru Mahesi, Budi beserta anaknya, serta Pak Cai.

“Kalau perupa lukisan di pameran ini ada Pak Daru, Bu Nur, Pak Budi beserta anaknya, Pak Cai, dan saya, berarti enam perupa,” kata Julia.

Menurutnya, persiapan pameran dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Para perupa kemudian membawa karya yang dinilai memungkinkan untuk dipajang di lokasi yang telah disediakan panitia.

Kondisi tersebut membuat penataan karya dilakukan secara menyesuaikan dengan situasi di lapangan. Sejumlah karya ditempatkan pada area yang tersedia karena layout pameran belum sepenuhnya dipersiapkan sebelumnya.

“Persiapannya yang jelas kami bawa karya yang bisa dipasang ya kita pasang. Ada yang ditaruh ya akhirnya di kursi,” ujarnya.

Meski terdapat sejumlah keterbatasan teknis, Julia menilai kondisi tersebut tidak mengurangi tujuan utama pameran. Menurutnya, kesempatan untuk menampilkan karya dan berinteraksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dari kegiatan tersebut.

Pameran seni rupa itu mendapat dukungan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar sebagai bagian dari ruang yang diberikan kepada komunitas budaya, kesenian, dan kriya untuk memperkenalkan karya mereka kepada masyarakat.

Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto.

Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan pelaksanaan pameran yang bertepatan dengan rangkaian Erau memberikan kesempatan lebih luas bagi karya seni lokal untuk dilihat masyarakat.

“Dari event ini salah satu memang kemarin dari Pak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu memberikan ruang kepada teman-teman untuk bisa memamerkan ini dan kita men-support,” jelas Pujianto.

Pameran tersebut berlangsung selama rangkaian Erau hingga Sabtu. Pengunjung tidak hanya berasal dari masyarakat umum, tetapi juga pelajar dari jenjang SMP, SMA, dan SMK di wilayah Tenggarong.

Menurut Pujianto, keterlibatan pelajar menjadi bagian penting karena pameran tidak hanya berfungsi sebagai tempat menampilkan karya, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mengenalkan proses dan aktivitas seni kepada generasi muda.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi awal bagi pengembangan kegiatan seni yang lebih berkelanjutan di Kukar. Ruang pameran diharapkan terus tersedia sehingga para pelaku seni memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya dan masyarakat semakin dekat dengan perkembangan seni daerah.

“Intinya pameran ini juga sebagai wujud atensi kita semua dalam dunia seni di Kukar,” pungkasnya. (Adv)

Bagikan