Nilai Adipura Kutim Turun, Bupati Targetkan TPA di Seluruh Kecamatan

Penulis: Redaksi Expresi Selasa, 24 Februari 2026
Nilai Adipura Kutim Turun, Bupati Targetkan TPA di Seluruh Kecamatan

‎EXPRESI.co, KUTIM - Penilaian Adipura Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dilaporkan mengalami penurunan signifikan. ‎ ‎Kondisi ini mendorong Pemerintah Kabupaten Kutim menyiapkan langkah strategis, salah satunya dengan merencanakan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di setiap kecamatan. ‎ ‎Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, mengakui capaian penilaian terbaru jauh dari standar penghargaan Adipura yang pernah diraih Kutim pada 2014 lalu. ‎ ‎“Jadi sekarang nilainya sudah jauh dari adipura. Di 2014 Kutim pernah mendapatkan. Tapi tahun ini nilainya di bawah,” ungkapnya, di Sangatta, Senin 23 Februari 2026. ‎ ‎Penurunan nilai tersebut merujuk pada perubahan indikator penilaian Adipura yang kini lebih komprehensif. Dalam kriteria terbaru dari Kementerian Lingkungan Hidup, terdapat tiga indikator utama. ‎ ‎Pertama, sistem pengelolaan sampah dengan bobot 50 persen dari total nilai. Kedua, anggaran dan kebijakan daerah sebesar 20 persen. Ketiga, kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan infrastruktur pendukung sebesar 30 persen. ‎ ‎Konsep penilaian yang baru ini menitikberatkan pada pengurangan sampah dari sumbernya, penguatan peran masyarakat, serta penerapan sistem pemilahan dan daur ulang yang lebih progresif. ‎ ‎Ardiansyah menyebut, salah satu faktor yang memengaruhi capaian nilai adalah cakupan wilayah penilaian yang tidak lagi terfokus pada ibu kota kabupaten saja. ‎ ‎“Ternyata penilaian bukan hanya di Sangatta saja. Semua kecamatan juga menjadi penilain, jadi harus kami rencanakan dengan baik,” ujarnya. ‎ ‎Sebagai respons, pemerintah daerah merancang pembangunan TPA di setiap kecamatan guna memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh. ‎ ‎Selain itu, Pemkab Kutim juga menjalankan sejumlah program kebersihan seperti Kampung Bersemi dan gerakan Jum’at Bersih di setiap desa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lingkungan. ‎ ‎Bupati optimistis, dengan penguatan infrastruktur dan keterlibatan masyarakat, Kutim dapat kembali bersaing dalam penilaian Adipura di masa mendatang. ‎ ‎“Kami akan terus berusaha. Mudah-mudahan penilaian pengelolaan lingkungan Kutim dapat meningkat. Sehingga masyarakat juga dapat merasakan lingkungan yang bersih dan nyaman,” pungkasnya.(Yuristio)

Bagikan