Mesin Sudah Terpasang, Pabrik Rumput Laut Muara Badak Masih Tunggu Finishing Rp10 Miliar

Penulis: Admin Senin, 5 Oktober 2026
Mesin Sudah Terpasang, Pabrik Rumput Laut Muara Badak Masih Tunggu Finishing Rp10 Miliar

EXPRESI.co, TENGGARONG — Pabrik pengolahan rumput laut di Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), belum dapat beroperasi secara penuh meski mesin utama pengolahan telah tersedia di dalam bangunan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar masih membutuhkan anggaran sekitar Rp10 miliar untuk menuntaskan sejumlah fasilitas pendukung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Burhanuddin, mengatakan pembangunan pabrik tetap berjalan, namun pekerjaan lanjutan yang seharusnya dilakukan pada 2026 terdampak rasionalisasi anggaran.

“Mesin kan sudah ada sebenarnya, mesinnya sudah ada, cuma karena kondisi keuangan negara sehingga ada pemangkasan anggaran,” kata Burhanuddin.

Menurutnya, mesin pengolahan rumput laut yang berada di dalam bangunan sebelumnya juga telah melalui tahap uji coba. Namun, keberadaan mesin tersebut belum cukup untuk membuat pabrik beroperasi secara optimal karena sejumlah fasilitas penunjang masih harus diselesaikan.

Burhanuddin menyebut salah satu pekerjaan yang perlu mendapat perhatian adalah penyesuaian lantai pabrik. Kondisi lantai saat ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan operasional mesin sehingga membutuhkan peningkatan.

Selain itu, masih terdapat sejumlah pekerjaan fisik dan fasilitas pendukung lain yang harus dituntaskan sebelum seluruh sistem pengolahan dapat digunakan secara maksimal.

“Seharusnya ada anggaran tahun ini untuk finishing dan fisik-fisik, cuma karena RKDPA yang tidak keluar karena pemangkasan rasionalisasi,” ujarnya.

Ia memperkirakan kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pekerjaan finishing dan fasilitas pendukung tersebut mencapai sekitar Rp10 miliar.

“Mesinnya sudah ada tempatnya di dalam, cuma itu tadi fasilitas penunjangnya juga masih membutuhkan,” jelasnya.

Pemkab Kukar berharap dukungan anggaran dapat kembali tersedia pada tahun berikutnya sehingga pekerjaan penyelesaian pabrik dapat dilanjutkan.

“Mudah-mudahan tahun depan masih ada anggarannya lagi. Karena lumayan juga di situ, pabriknya sudah ada, mesinnya sudah ada, tinggal untuk finishing-nya lagi,” kata Burhanuddin.

Penyelesaian pabrik tersebut dinilai penting untuk meningkatkan nilai tambah komoditas rumput laut yang dihasilkan masyarakat Muara Badak. Selama ini, hasil produksi masyarakat masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui proses pengolahan di daerah.

Burhanuddin mengatakan fasilitas tersebut nantinya tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan tepung rumput laut, tetapi juga dapat dikembangkan untuk mengolah berbagai produk turunan lainnya.

Dengan beroperasinya pabrik secara optimal, hasil produksi rumput laut masyarakat diharapkan dapat diproses lebih lanjut di Kukar sebelum dipasarkan. Langkah tersebut sekaligus diharapkan dapat memperkuat hilirisasi komoditas rumput laut dan meningkatkan nilai ekonomi bagi masyarakat di wilayah Muara Badak. (Adv)

Bagikan