Kutai Timur Duduki Peringkat 2 Pengangguran Tertinggi di Kaltim, Bupati Ardiansyah Buka Suara ‎

Penulis: Redaksi Expresi Sabtu, 6 Desember 2025
Kutai Timur Duduki Peringkat 2 Pengangguran Tertinggi di Kaltim, Bupati Ardiansyah Buka Suara ‎

‎EXPRESI.co, KUTIM — Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menempati posisi kedua dengan persentase pengangguran tertinggi di Kalimantan Timur (Kaltim). ‎ Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan upaya penyerapan tenaga kerja tetap prioritas, termasuk melalui program penyerapan 50.000 tenaga kerja lokal dalam masa kepemimpinannya. ‎ ‎“Ya, itulah yang sedang kita hadapi. Kalau tahun ini belum berhasil, kita terus lanjutkan sampai tercapai,” kata Ardiansyah ditemui di Sangatta, 5 November 2025. ‎ ‎Ia menilai capaian program 50.000 pekerja sebenarnya sudah terlihat jika memasukkan tenaga kerja informal. ‎ ‎“Tenaga kerja itu tidak hanya formal. UMKM saja kadang mempekerjakan tiga sampai empat orang, dan itu sudah tercatat,” ujarnya. ‎ ‎Selain penciptaan lapangan kerja, Pemkab juga memperluas perlindungan sosial bagi pekerja rentan melalui BPJS Ketenagakerjaan. ‎ ‎“Target kita 160 ribu jiwa. Sampai September kemarin sudah 96 ribu, dan semoga tahun depan bisa mencapai 150 ribu sampai 160 ribu peserta,” tambahnya. ‎ ‎Menurut Ardiansyah, pekerja formal sudah otomatis terdaftar BPJS, sehingga pemerintah fokus memfasilitasi pekerja rentan seperti UMKM dan petani dengan kondisi usaha terbatas. ‎ ‎Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kutim menunjukkan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kutim naik dari 5,76 persen pada Agustus 2024 menjadi 6,20 persen pada Agustus 2025. ‎ ‎Statistisi Ahli Pertama BPS Kutim, Dyah Permata Ardyani, menyebut kenaikan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, termasuk efisiensi anggaran dan berhentinya operasi salah satu perusahaan tambang di Rantau Pulung sejak pertengahan 2025. ‎ ‎“Efisiensi anggaran itu cukup berpengaruh. Selain itu, ada perusahaan tambang di Rantau Pulung yang sejak Juni tidak beroperasi, itu juga berdampak besar,” jelasnya. ‎ ‎Dyah menambahkan meski sektor pertanian dan jasa mengalami peningkatan jumlah pekerja, penurunan di sektor manufaktur yang meliputi pertambangan, konstruksi, dan industri pengolahan lebih dominan. ‎ ‎Berdasarkan Sakernas Agustus 2025, Kutai Timur memiliki 362.460 penduduk usia kerja, dengan 225.831 orang bekerja dan 14.000 tercatat menganggur. ‎ ‎“Angkatan kerja meningkat dari 236 ribu menjadi 240 ribu orang. Sebagian masuk angkatan kerja, sebagian lagi bukan angkatan kerja,” katanya.(Yuristio)

Bagikan