KNMP Kukar Dibangun Terintegrasi, Dilengkapi SPBN hingga Pabrik Es

EXPRESI.co, TENGGARONG — Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berjalan dengan pendampingan dari Pemerintah Kabupaten Kukar. Program yang dikerjakan pemerintah pusat tersebut ditargetkan rampung 100 persen pada Desember 2026.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar, Yusha Abdi, mengatakan pihaknya berperan dalam memfasilitasi serta melakukan koordinasi agar pembangunan KNMP dapat berjalan sesuai rencana.
“Yang mengerjakan pemerintah pusat, kami hanya lakukan fasilitasi dan koordinasi secara intens pembangunannya,” kata Yusha.
Sejumlah lokasi KNMP di Kukar telah mulai memasuki tahap pembangunan. Di antaranya berada di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, dan Kota Bangun, sementara beberapa lokasi lainnya masih dalam proses.
Yusha menyebut program tersebut merupakan bagian dari agenda hilirisasi yang dijalankan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pemerintah menargetkan seluruh pembangunan dapat diselesaikan sebelum akhir tahun.
“Desember 2026, ditargetkan rampung 100 persen,” ujarnya.
Menurut Yusha, pembangunan KNMP di Kukar memiliki karakteristik yang menyesuaikan kondisi wilayah. Kawasan berskala besar dikembangkan di dua lokasi dengan karakter berbeda, yakni kawasan pesisir di Samboja dan kawasan perairan darat di Kota Bangun.
Selain kawasan permukiman, KNMP dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang aktivitas perikanan. Infrastruktur yang dibangun antara lain Stasiun Pengisian Bahan Bakar untuk Nelayan (SPBN), pabrik es, dermaga, serta lantai jemur untuk mendukung proses pengolahan dan penanganan hasil perikanan.
Keberadaan fasilitas tersebut diarahkan untuk mendukung rantai usaha perikanan, mulai dari aktivitas melaut atau menangkap ikan hingga penanganan hasil tangkapan setelah didaratkan.
“Semuanya satu kawasan mendukung secara penuh usaha perikanan di Kukar,” ucapnya.
Yusha menilai keberadaan KNMP nantinya dapat menjadi salah satu pengungkit aktivitas ekonomi masyarakat nelayan. Pengembangan kawasan tersebut juga terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih (KMP), sehingga diharapkan dapat memperkuat pengelolaan usaha masyarakat di kawasan perikanan.
“KNMP ini sebuah kawasan permukiman pesisir dan perairan darat hingga menjadi pusat ekonomi modern terpadu,” katanya.
Pemkab Kukar melalui DKP akan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat dan pihak terkait selama proses pembangunan berlangsung. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan daerah dapat terakomodasi sekaligus mendukung kesiapan kawasan ketika pembangunan selesai.
(Adv)




