Kesbangpol PPU Kembangkan Kampung REDAM untuk Cegah Konflik Lahan

PENAJAM – Kesbangpol Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong pengembangan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (REDAM), untuk mencegah sengketa lahan berkembang menjadi konflik sosial.
Kelurahan Jenebora menjadi salah satu wilayah yang disasar, sementara Desa Babulu Laut diusulkan masuk dalam pengembangan program tersebut.
Kepala Kesbangpol PPU, Andi Singkerru, mengatakan sengketa lahan menjadi persoalan yang paling banyak dilaporkan kepada pimpinan berdasarkan pemantauan pihaknya.
Kondisi ini membuat pencegahan dan penanganan konflik pertanahan menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah.
“Dalam pemantauan kami, laporan kepada pimpinan yang paling banyak memang berkaitan dengan sengketa lahan,” ujar Andi, Selasa (13/10/2026).
Melalui Kampung REDAM, pemerintah daerah mendorong dialog dan penyelesaian persoalan secara damai di tingkat masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan dapat membantu meredam potensi konflik sebelum berkembang lebih luas.
Kelurahan Jenebora, Kecamatan Penajam, menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian dalam pengembangan program tersebut.
Selain itu, Desa Babulu Laut, Kecamatan Babulu, diusulkan sebagai lokasi pengembangan Kampung REDAM.
Disisi lain, Kesbangpol PPU juga memperkuat deteksi dini terhadap potensi kerawanan sosial melalui koordinasi lintas sektor.
Salah satunya dengan memantau aktivitas warga negara asing (WNA) bersama instansi terkait, termasuk imigrasi, kepolisian, Kodim, dan kejaksaan.
Kemudian juga melibatkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), untuk memperoleh informasi mengenai perkembangan situasi di lapangan.
“Kita libatkan mereka. Sebenarnya apa pun yang sifatnya bisa menimbulkan kerawanan, terus kita pantau semua,” pungkasnya.(ADV)




