Jelang Lebaran, Polres Kutim Petakan Titik Rawan dan Pastikan BBM–Sembako Aman

Penulis: Redaksi Expresi Senin, 2 Maret 2026
Jelang Lebaran, Polres Kutim Petakan Titik Rawan dan Pastikan BBM–Sembako Aman

EXPRESI.co, KUTIM - Menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, fokus pengamanan di Kabupaten Kutai Timur tidak hanya tertuju pada arus mudik, tetapi juga pada potensi gangguan kamtibmas, kemacetan, hingga stabilitas harga kebutuhan pokok. ‎ ‎Untuk memastikan seluruh aspek terkendali, Polres Kutai Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral bersama unsur Forkopimda dan instansi terkait, Senin 2 Maret 2026. ‎ ‎Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi, Dandim 0909/KTM Letkol Arh. Ragil Setyo Yulianto, perwakilan Lanal, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pekerjaan Umum, Jasa Raharja, para Pejabat Utama (PJU) Polres Kutim, serta perwakilan Pertamina. ‎ ‎Dalam pertemuan itu, aparat memetakan sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas yang berpotensi mengalami peningkatan volume kendaraan saat arus mudik dan arus balik. Selain itu, kesiapan Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) juga dibahas untuk memastikan respons cepat terhadap kondisi darurat. ‎ ‎Tak kalah penting, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan bahan pokok menjadi perhatian utama guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari raya. Koordinasi dengan instansi teknis dilakukan agar distribusi tetap lancar dan tidak terjadi kelangkaan di lapangan. ‎ ‎Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan Arianto, menegaskan bahwa sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif. ‎ ‎“Rakor lintas sektoral ini bertujuan menyatukan persepsi dan langkah seluruh stakeholder agar pelaksanaan pengamanan Idul Fitri 1447 H berjalan optimal. Kami ingin memastikan masyarakat dapat merayakan hari raya dengan aman, lancar, dan kondusif,” ujar Kapolres. ‎ ‎Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mengantisipasi potensi kerawanan, mulai dari kepadatan lalu lintas, gangguan kamtibmas, hingga stabilitas harga dan distribusi kebutuhan pokok.(Yuristio)

Bagikan