Harga Beras Naik, Pengadaan Cadangan Pangan PPU Dipangkas dari 30 Ton Jadi 6 Ton

PENAJAM — Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, memangkas rencana penambahan cadangan beras tahun ini dari 30 ton menjadi sekitar 5–6 ton. Kenaikan harga beras membuat anggaran yang tersedia tidak lagi cukup untuk memenuhi target pengadaan semula.
Kepala DKP PPU Mulyono mengatakan harga beras yang menjadi acuan pengadaan meningkat hampir Rp4.000 per kilogram. Harga yang sebelumnya berada di kisaran Rp12.600 kini mencapai Rp16.000-an per kilogram.
“Stok kita sekarang masih 92 ton 250 kilogram. Rencana awal tahun ini menambah 30 ton, tetapi karena ada perubahan harga dari Bapanas, pengadaannya kita kurangi menjadi sekitar 5–6 ton,” kata Mulyono, Jumat (9/10/2026).
Kenaikan harga tersebut, anggaran yang tersedia hanya mampu membiayai penambahan stok dalam jumlah lebih kecil.
Pemerintah, sambung Mulyono, menyesuaikan rencana pengadaan agar tetap sesuai dengan kemampuan keuangan.
Ia mengatakan sisa anggaran yang semula dialokasikan untuk penambahan cadangan beras akan digunakan untuk kebutuhan penyesuaian dan pemeliharaan gudang.
“Sisanya kita rubah untuk biaya penyesuaian atau pemeliharaan di gudang, karena memang membutuhkan penanganan,” ujarnya.
Meski volume pengadaan berkurang, DKP PPU tetap memantau perkembangan harga dan ketersediaan pangan di pasaran. Pemantauan dilakukan setiap hari melalui survei harga di pasar dan pemeriksaan persediaan di tingkat penggilingan.
Menurut Mulyono, penyerapan gabah petani oleh Perum Bulog juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam memetakan pasokan. Ia memperkirakan sekitar 30 hingga hampir 50 persen produksi gabah petani telah diserap Bulog.
Saat ini, stok cadangan beras yang dikelola DKP PPU tercatat 92 ton 250 kilogram. Pemerintah daerah perlu menyesuaikan rencana pengadaan dengan perubahan harga agar pengelolaan cadangan pangan tetap berjalan sesuai anggaran. (ADV)




