Hadapi Tekanan Fiskal, Kaltim Tak Ingin Bergantung pada Pusat

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai membuka lebih banyak kerja sama antar daerah untuk memperkuat ekonomi dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).
Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov Kaltim dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Kamis (6/8/2026).
Proses penandatanganan naskah kerja sama oleh Gubernur Kalimantan Timur dan Jawa Tengah beserta jajaran.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan kondisi keuangan daerah saat ini menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mencari cara baru agar tidak terus bergantung pada dana transfer dari pemerintah pusat.
“Dengan tekanan fiskal hari ini kita tidak boleh diam saja. Kita harus membuat gagasan, terobosan, dan inovasi agar PAD kita tetap bisa ditingkatkan dan tidak terlalu tergantung dengan dana transfer dari pusat,” ujar Rudy.
Ia menjelaskan, kerja sama dengan Jawa Tengah dilakukan karena kedua daerah memiliki potensi yang berbeda dan dapat saling mendukung. Kaltim memiliki kekuatan pada sektor sumber daya alam, sedangkan Jawa Tengah unggul dalam bidang industri, pengolahan, hingga pengembangan UMKM.
“Artinya kita semuanya saling melengkapi. Kalimantan Timur kaya akan sumber daya alam, sementara Jawa Tengah kaya akan pengolahan, UMKM, dan industrinya,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, sejumlah perangkat daerah dan BUMD dari kedua provinsi akan terlibat dalam pengembangan berbagai sektor ekonomi.
Salah satu kerja sama yang akan segera berjalan yakni pemenuhan kebutuhan pangan. Jawa Tengah akan memasok sekitar 10 ribu ton beras untuk kebutuhan masyarakat di Kaltim. Sementara Kaltim akan mendukung kebutuhan industri Jawa Tengah melalui pasokan batu bara serta komoditas crude palm oil (CPO).
Rudy berharap kesepakatan yang telah dibuat tidak hanya sebatas dokumen kerja sama, tetapi bisa menghasilkan kegiatan nyata yang berdampak bagi masyarakat.
“Ini adalah kolaborasi yang sangat luar biasa. Mudah-mudahan bisa menjadi contoh bagi provinsi lainnya bahwa di tengah tekanan fiskal, kita harus terus berinovasi,” pungkasnya.




