Dua Anak Tewas dalam Kebakaran Loa Ipuh, Pemkab Kukar Upayakan Bantuan bagi Korban

EXPRESI.co, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyiapkan langkah penanganan bagi warga terdampak kebakaran di Jalan Kartini, Gang Karya, Kelurahan Loa Ipuh, Kecamatan Tenggarong. Selain membantu pemenuhan kebutuhan mendesak, pemerintah mengupayakan penggantian perlengkapan sekolah bagi anak-anak yang terdampak.
Kebakaran pada Selasa (13/10) malam itu merenggut nyawa dua anak bersaudara berusia 7 tahun dan 3 tahun. Ayah mereka, HN, mengalami luka bakar serius saat berusaha menyelamatkan kedua anaknya dari kobaran api.
HN mengalami luka bakar sekitar 75 persen dan dijadwalkan menjalani operasi di RSUD Aji Muhammad Parikesit pada Rabu (14/10).
Peristiwa tersebut juga menghanguskan 11 bangunan, meliputi rumah warga, bangsal sewaan tujuh pintu, serta asrama atau rumah singgah Kecamatan Tabang. Kerugian material sementara diperkirakan mencapai Rp3 miliar.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan belasungkawa atas jatuhnya korban jiwa dalam musibah tersebut. Ia memastikan pemerintah berupaya membantu keluarga korban dan masyarakat yang terdampak.
“Kita berbela sungkawa atas terjadinya kebakaran tadi malam, apalagi sampai merenggut korban jiwa,” ujarnya.
Menurut Aulia, penanganan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemenuhan kebutuhan mendesak hingga upaya lanjutan untuk meringankan beban warga. Salah satu perhatian pemerintah adalah memastikan anak-anak dari keluarga terdampak tetap dapat mengikuti kegiatan belajar.
Perlengkapan sekolah, termasuk seragam yang rusak atau terbakar, akan diupayakan penggantiannya agar tidak menghambat aktivitas pendidikan mereka.
“Yang sekolah, seragam sekolahnya ketika tidak ada nanti kita upayakan untuk mengadakan itu dan lain sebagainya, sehingga kita bisa mengurangi beban dari warga masyarakat kita yang terkena musibah kebakaran,” kata dia.
Di sisi lain, Aulia mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Warga diminta memastikan api di dapur benar-benar padam sebelum beristirahat maupun meninggalkan rumah.
Ia juga mengimbau masyarakat mencabut peralatan listrik yang tidak digunakan. Jika bepergian dalam waktu lama, warga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman dan mematikan aliran listrik yang tidak diperlukan untuk mengurangi risiko korsleting.
“Bahkan ketika meninggalkan rumah dalam waktu yang cukup lama, sebaiknya listrik yang ada di rumah itu dimatikan total sehingga tidak menimbulkan kemungkinan korsleting listrik di rumah-rumah kita,” tegasnya. (Adv)




