Distan PPU Ajak Keluarga Tanam Sayuran di Pekarangan, Perkuat Ketahanan Pangan

PENAJAM — Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah, untuk menanam sayuran dinilai dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.
Praktik ini dinilai efektif mendukung pengendalian inflasi daerah, melalui peningkatan ketersediaan komoditas pangan, termasuk cabai.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Distan PPU, Gunawan, mengatakan kegiatan bercocok tanam di pekarangan dapat dilakukan dengan teknologi sederhana, hemat lahan, dan relatif mudah dirawat.
Praktik tersebut dapat mencontoh keberhasilan urban farming yang dikembangkan Tim Penggerak PKK Kecamatan Waru.
“Melihat keberhasilan urban farming PKK Kecamatan Waru, harapannya pemanfaatan pekarangan ini bisa ditiru keluarga lain. Selain menambah keterampilan budi daya, kegiatan ini sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga,” kata Gunawan, Jumat (9/10/2026).
Urban farming di Kecamatan Waru merupakan tindak lanjut workshop good agriculture practice yang digelar Distan PPU bersama Bank Indonesia pada 12 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut juga berkaitan dengan gerakan tanam cabai bersama Tim Penggerak PKK Kabupaten PPU pada Mei 2026.
Menurut Gunawan, keberhasilan program tersebut tidak terlepas dari peran Ketua TP-PKK Kecamatan Waru dalam menggerakkan masyarakat memanfaatkan lahan pekarangan untuk kegiatan produktif.
Distan PPU berharap praktik serupa dapat diterapkan pengurus PKK di tingkat kecamatan maupun lingkungan lainnya sehingga semakin banyak keluarga yang mampu memproduksi sebagian kebutuhan sayur secara mandiri.
“Ini menjadi komitmen kami dalam mewujudkan peningkatan produksi pangan berbasis keluarga melalui pemanfaatan pekarangan. Besar harapan seluruh ketua TP-PKK bisa melakukan hal yang sama untuk mengajak masyarakat bercocok tanam sehingga ketahanan pangan akan dapat terwujud,” ujarnya.
Menurutnya pendampingan diperlukan agar masyarakat tidak hanya mampu menanam, tetapi juga mengelola hasil panen dengan baik.
Terlebih, produksi yang melimpah membutuhkan penanganan tepat agar kualitas sayuran tetap terjaga dan hasil panen dapat dimanfaatkan secara optimal.
Gunawan menambahkan, peningkatan produksi sayuran di tingkat keluarga juga berpotensi mendukung pengendalian inflasi daerah.
Ketersediaan komoditas seperti cabai dari hasil budi daya masyarakat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
Perlu diketahui upaya urban farming yang dikembangkan TP-PKK Kecamatan Waru tersebut turut mengantarkan mereka mengikuti Festival Cabai yang diselenggarakan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) pada 26–27 September 2026. (Adv)




