Disnakertrans PPU Siapkan Pelatihan Satpam dan MUA, Sasarannya Kerja dan Usaha Mandiri

Penulis: Admin Jumat, 2 Oktober 2026
Disnakertrans PPU Siapkan Pelatihan Satpam dan MUA, Sasarannya Kerja dan Usaha Mandiri

PENAJAM - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) menyiapkan dua jenis pelatihan keterampilan bagi masyarakat dengan sasaran berbeda.

Pelatihan Pendidikan Dasar (Diksar) Gada Pratama diarahkan untuk membuka peluang peserta masuk ke dunia kerja sebagai tenaga pengamanan. Sementara pelatihan tata rias atau makeup artist (MUA) disiapkan untuk mendorong peserta membangun usaha secara mandiri.

Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans PPU Eko Yulianto mengatakan kedua pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki peluang ekonomi setelah mengikuti pelatihan.

“Kalau untuk makeup artist, mereka bisa diarahkan ke kewirausahaan sehingga mandiri dalam usaha tata rias,” kata Eko, Jumat (2/10/2026). Diksar Satpam Diikuti 15 Peserta

Salah satu program yang telah berjalan adalah Diksar Gada Pratama. Pelatihan tersebut berlangsung selama 18 hari dan diikuti 15 peserta.

Peserta akan memperoleh sertifikasi sebagai tenaga jasa pengamanan setelah menyelesaikan pelatihan.

Eko mengatakan jumlah peserta dibatasi karena menyesuaikan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Jadi mereka sertifikasi. Pesertanya 15 orang saja, kuotanya terbatas karena peserta mengikuti anggaran yang tersedia,” ujarnya. Program Diksar Gada Pratama tahun ini menggunakan anggaran APBD murni 2026 sebesar Rp 190 juta.

Dalam pelaksanaannya, Disnakertrans PPU menggandeng perusahaan profesional yang memiliki kompetensi di bidang pelatihan dan jasa pengamanan. Namun, Disnakertrans PPU tidak ingin program tersebut berhenti pada pemberian sertifikat.

Eko mengatakan pihaknya telah meminta perusahaan penyedia jasa pengamanan membantu membuka peluang penempatan kerja bagi peserta setelah menyelesaikan pelatihan.

“Kita memang memberikan permintaan, kalau untuk sekuriti tolong dibantu penempatannya. Jadi tidak melatih saja. Dalam perjanjian juga kita sampaikan agar peserta dibantu untuk penempatannya,” katanya.

Meski demikian, penempatan kerja tidak dapat menjamin seluruh peserta langsung mendapatkan pekerjaan.

Ia berharap sedikitnya 50 persen peserta dapat dibantu mendapatkan pekerjaan melalui perusahaan penyedia jasa pengamanan. Jika memungkinkan, seluruh peserta diharapkan dapat terserap.

“Harapan kami 50 persen bisa dibantu, kalau bisa 100 persen. Yang lainnya kita upayakan melalui informasi rekrutmen dan job fair,” jelas Eko.

Selain mengandalkan perusahaan penyedia jasa pengamanan, Disnakertrans PPU akan terus menyampaikan informasi rekrutmen kepada peserta.

Peserta juga akan mendapat informasi mengenai kesempatan mengikuti job fair apabila kegiatan tersebut kembali digelar.

“Kalau ada rekrutmen, kita sampaikan kepada mereka. Kalau ada job fair lagi, kita juga sampaikan peluang untuk peserta Diksar,” ujarnya.

Pelatihan MUA untuk Usaha Mandiri

Jalur kedua disiapkan melalui pelatihan tata rias atau MUA.

Disnakertrans PPU saat ini masih melakukan perekrutan peserta untuk mengikuti pelatihan tersebut. Kuota yang disiapkan sebanyak 15 orang.

Berbeda dengan Diksar Gada Pratama yang diarahkan pada peluang penempatan kerja, pelatihan MUA lebih ditujukan untuk membekali masyarakat agar mampu membangun usaha sendiri.

Peserta nantinya tidak hanya mendapatkan keterampilan tata rias. Mereka juga direncanakan memperoleh satu set peralatan tata rias sebagai modal awal untuk mengembangkan usaha.

“Kalau untuk makeup artist, mereka bisa diarahkan ke kewirausahaan sehingga mandiri dalam usaha tata rias. Untuk peralatannya, peserta juga mendapatkan satu set alat,” terang Eko. (ADV)

Bagikan