Dishub PPU Andalkan CPO di Pelabuhan Benuo Taka Setelah Produksi Batu Bara Seret

Penulis: Admin Sabtu, 17 Oktober 2026
Dishub PPU Andalkan CPO di Pelabuhan Benuo Taka Setelah Produksi Batu Bara Seret

PENAJAM – Aktivitas batu bara di Pelabuhan Benuo Taka, Buluminung, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), belum kembali berjalan sejak Januari 2026. Di tengah kondisi tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) PPU mengoptimalkan pelayanan bagi komoditas lain yang masih bergerak, salah satunya minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).

Kepala Dishub PPU Agus Dahlan mengatakan, aktivitas batu bara masih menunggu proses penyesuaian dokumen Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) di tingkat pemerintah pusat.

Sambil menunggu kepastian tersebut, Dishub memastikan fasilitas dan pelayanan pelabuhan tetap berjalan untuk mendukung aktivitas komoditas lainnya.

“Untuk aktivitas batu bara kami masih menunggu proses RKAB dari pusat. Sambil menunggu, pelayanan pelabuhan tetap kami jaga agar aktivitas yang masih berjalan bisa terus dilayani,” kata Agus saat dihubungi Sabtu (17/10/2026).

Pelabuhan Benuo Taka selama ini menjadi jalur logistik bagi sejumlah perusahaan yang beroperasi di PPU, di antaranya PT Sarana Daya Hutama (SDH), PT Penajam Makmur Abadi (PMA), dan PT Kaltim Jaya Mandiri (KJM).

Belum beroperasinya aktivitas batu bara membuat Dishub menjaga kegiatan pelabuhan melalui komoditas yang masih berjalan.

CPO menjadi salah satu sektor yang masih memberikan kontribusi terhadap aktivitas di pelabuhan tersebut.

Meski demikian, volume CPO juga mengalami penyesuaian akibat kondisi musim kemarau yang berdampak terhadap produksi tandan buah segar (TBS). Kondisi ini membuat Dishub perlu mengoptimalkan potensi aktivitas yang masih tersedia.

“CPO masih memberikan kontribusi. Produksinya memang menyesuaikan kondisi musim, tetapi potensi yang masih ada tetap kami optimalkan,” ujar Agus.

Upaya menjaga aktivitas pelabuhan tersebut turut berkaitan dengan penerimaan daerah. Hingga saat ini, retribusi Pelabuhan Benuo Taka tercatat sekitar Rp3,8 miliar dari target Rp8,5 miliar pada tahun anggaran 2026.

Dengan realisasi tersebut, penerimaan retribusi masih perlu ditingkatkan untuk memenuhi target hingga akhir tahun. Dishub PPU pun terus mengoptimalkan pelayanan dan pemanfaatan fasilitas pelabuhan dari aktivitas komoditas yang masih berlangsung.

Agus menilai, Pelabuhan Benuo Taka tetap memiliki peran strategis dalam mendukung pergerakan logistik di PPU. Karena itu, kesiapan fasilitas dan pelayanan perlu dipertahankan agar pelabuhan tetap dapat melayani kegiatan usaha di tengah penundaan aktivitas salah satu komoditas.

“Kami tetap mengoptimalkan apa yang bisa berjalan di pelabuhan. Fasilitasnya harus siap, pelayanannya juga tetap berjalan,” katanya. (Adv)

Bagikan