
Debat Kusir 'Bahasa Resmi Kedua� ASEAN Tak Relevan dan Mengancam Ribuan Bahasa Daerah
Penulis: Administrator Expresi Senin, 18 April 2022
EXPRESI.co - Baru-baru ini, Perdana Menteri Malaysia Ismail Sabri mengusulkan bahasa Melayu sebagai� perantara antara Indonesia dan Malaysia , dan juga� 'bahasa resmi kedua' ASEAN �(Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) setelah bahasa Inggris.
Berita Terkait Lainnya

40 Ton Pupuk Subsidi dari Sulsel Diselundupkan Ke Perusahaan Sawit di Pasangkayu Ditangkap Polresta Mamuju!

KPU Bontang Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat, Tingkatkan Pelayanan Ramah Disabilitas

Tebar Kepedulian, Polresta Mamuju Layani Antar Jemput Santri Pondok Pesantren Hidayatullah

