Cegah Gagal Panen, Distanak Kukar Fasilitasi Pompa dan BBM bagi Petani

Penulis: Admin Senin, 12 Oktober 2026
Cegah Gagal Panen, Distanak Kukar Fasilitasi Pompa dan BBM bagi Petani

EXPRESI.co, TENGGARONG — Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kutai Kartanegara (Kukar) memprioritaskan pemeriksaan ketersediaan sumber air sebelum memfasilitasi bantuan pompa bagi lahan pertanian yang terancam kekeringan. Langkah ini dilakukan agar bantuan pengairan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menjaga tanaman dan menekan risiko gagal panen selama musim kemarau.

Kepala Distanak Kukar, Rifani, mengatakan verifikasi lapangan diperlukan untuk memastikan bantuan sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan petani. Dalam penanganannya, Distanak juga berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), termasuk untuk dukungan pompa air dan bahan bakar minyak (BBM).

“Yang kita verifikasi sumber airnya dulu. Kalau ada sumber airnya, kita support pompa. Yang agak repot itu kalau tidak ada sumber air,” ujar Rifani, Senin (12/10).

Salah satu contoh penanganan dilakukan di Desa Kerta Buana, Kecamatan Tenggarong Seberang. Sebelumnya, sekitar 209 hektare lahan pertanian di wilayah tersebut dilaporkan terancam kekurangan air selama musim kemarau.

Menindaklanjuti laporan petani, Distanak berkoordinasi dengan BPBD untuk memberikan dukungan berupa pompa air dan BBM. Bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan pengairan sehingga lahan yang sempat terancam gagal panen akhirnya dapat dipanen.

“Alhamdulillah, mereka bisa panen sekarang. Jadi, seperti itu polanya. Kalau ada laporan, kita upayakan penanganannya,” jelasnya.

Rifani menegaskan, penanganan kekeringan tidak cukup hanya dengan menyediakan pompa. Ketersediaan sumber air yang dapat dimanfaatkan menjadi faktor penting agar sarana pengairan mampu mendukung kebutuhan tanaman.

Karena itu, laporan dari petani menjadi salah satu dasar bagi Distanak untuk mengidentifikasi lahan terdampak dan menentukan kebutuhan penanganan. Informasi tersebut selanjutnya ditindaklanjuti melalui verifikasi kondisi lapangan dan koordinasi dengan instansi terkait.

“Pola penanganannya seperti itu, kita verifikasi dulu kebutuhan petani di lapangan. Kalau memang ada sumber air dan memungkinkan untuk dibantu, kita upayakan dukungan pompa agar tanaman tetap bisa bertahan dan petani tidak sampai gagal panen,” tandasnya.

Melalui langkah tersebut, Distanak Kukar berharap risiko gagal panen akibat kekurangan air dapat ditekan. Bantuan yang disesuaikan dengan kondisi lapangan diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kegiatan pertanian selama musim kemarau. (Adv)

Bagikan