Bupati PPU Tertarik Tiru Model Bisnis Nelayan Sinjai, Hasil Tangkapan Tembus Pasar Jepang

PENAJAM – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, melirik model pengelolaan hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, untuk mengembangkan ekonomi masyarakat pesisir.
Salah satu yang menarik perhatian Bupati PPU Mudyat Noor ialah sistem pemilahan hasil tangkapan berdasarkan tujuan pasar, termasuk untuk ekspor.
Mudyat mengatakan, pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Sinjai tidak hanya menopang aktivitas melaut, tetapi juga menggerakkan kegiatan ekonomi masyarakat. Hasil tangkapan nelayan dipilah sejak awal agar dapat disalurkan sesuai kebutuhan pasar.
“Begitu nelayan masuk, itu sudah terjadi pemilahan,” kata Mudyat, Senin (19/10/2026).
Menurutnya hasil tangkapan yang memenuhi kebutuhan pasar ekspor dipisahkan, dari ikan untuk konsumsi domestik.
Sejumlah komoditas dari kawasan tersebut bahkan disebut telah dipasarkan ke Jepang melalui jalur distribusi Jakarta.
"Sebagian ekspor langsung ke Jepang, walaupun via Jakarta. Sebagian lagi dikonsumsi di pasar lokal,” ujarnya.
Mudyat menilai sistem tersebut menunjukkan pentingnya menghubungkan kegiatan penangkapan ikan, dengan penanganan hasil tangkapan dan jaringan pemasaran.
Pengelolaan yang terintegrasi, hasil laut tidak hanya dijual setelah nelayan kembali melaut, tetapi juga disalurkan berdasarkan kebutuhan dan tujuan pasar.
"Sistem yang diterapkan di Sinjai, referensi bagi PPU dalam mengembangkan sektor perikanan," ungkapnya.
Pemerintah daerah melihat penguatan fasilitas pendukung dan kelembagaan ekonomi nelayan sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah hasil tangkapan.
Meski demikian, penerapan model serupa di PPU membutuhkan penyesuaian dengan jenis komoditas, kapasitas produksi nelayan, fasilitas penyimpanan dan pengolahan, serta akses pasar yang tersedia. (ADV)




