BUMDes dan UMKM Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Desa di Kukar

EXPRESI.co, TENGGARONG — Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong pemerintah desa mengembangkan usaha berbasis potensi lokal untuk memperkuat kemandirian ekonomi. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), maupun kelembagaan ekonomi lain sesuai karakteristik wilayah.
Kepala DPMD Kukar, Arianto, mengatakan setiap desa memiliki sumber daya dan peluang usaha yang dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi. Potensi tersebut antara lain sektor kuliner, pariwisata, hingga pengolahan sumber daya lokal.
“Kita mendorong pemerintah desa di setiap desa untuk bersama-sama dengan UMKM dan BUMDes yang mereka miliki mengembangkan produk-produk unggulan,” ujar Arianto, Minggu (11/10).
Menurutnya, potensi lokal perlu dikelola secara terarah agar tidak berhenti pada ketersediaan sumber daya, tetapi mampu menghasilkan produk yang memiliki nilai jual dan menjangkau pasar lebih luas.
Pengembangan produk unggulan desa juga membutuhkan pendampingan agar usaha yang dirintis dapat tumbuh dan memiliki daya saing. Produk yang berkembang di tingkat desa diharapkan berpeluang menjadi bagian dari produk unggulan daerah.
“Produk tersebut kemudian kita dorong agar bisa menjadi produk unggulan desa dan pada akhirnya menjadi produk unggulan daerah,” tuturnya.
Arianto mengakui perkembangan BUMDes di Kukar belum merata. Sejumlah desa telah menjalankan kegiatan usaha, sedangkan desa lainnya masih perlu mengoptimalkan pengelolaan bisnis agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih nyata bagi masyarakat.
Karena itu, pengembangan ekonomi desa tidak harus selalu bertumpu pada BUMDes. Pemerintah desa dapat melibatkan UMKM dan kelembagaan ekonomi lainnya dengan mempertimbangkan potensi, kebutuhan, serta kesiapan masing-masing wilayah.
Dari sisi tata kelola, pengelolaan BUMDes juga perlu dievaluasi melalui musyawarah desa setiap tahun. Forum tersebut dapat digunakan untuk meninjau perkembangan usaha, mengevaluasi pengelolaan, dan merumuskan langkah perbaikan agar kegiatan bisnis berjalan lebih optimal.
DPMD Kukar, lanjut Arianto, siap memberikan pendampingan kepada desa yang ingin mengembangkan potensi ekonominya. Dukungan ini diharapkan membantu pemerintah desa menentukan jenis usaha yang sesuai dengan sumber daya lokal sekaligus mempertimbangkan peluang pasar.
“Harapannya, desa bisa lebih kreatif dalam mengolah potensi yang dimiliki. Kalau desa siap mengembangkan potensinya, DPMD juga siap melakukan pendampingan,” pungkasnya. (Adv)




