Bestari dan RT-KU Terbaik Punya Fungsi Berbeda, Satu Kelola Data dan Satu Pantau Program

EXPRESI.co, TENGGARONG — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengembangkan aplikasi Basis Data Rukun Tetangga Terintegrasi (Bestari) untuk menghimpun informasi kewilayahan sebagai bahan pendukung perencanaan pembangunan daerah. Melalui aplikasi ini, pengurus RT didorong mengelola data kependudukan, sosial ekonomi, kesehatan, pendidikan, hingga potensi usaha masyarakat secara digital.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pengembangan Bestari menjadi bagian dari penguatan kapasitas pengurus RT melalui program RT-KU Terbaik. Peran RT tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan kegiatan pembangunan lingkungan, tetapi juga pengelolaan informasi yang menggambarkan kondisi wilayahnya.
“Jadi, kita ingin menguatkan RT melalui program RT-KU Terbaik. Penguatannya bukan hanya pada kegiatan-kegiatan yang ada di RT, tetapi juga bagaimana pengurus RT bisa membuat dan mengelola data informasi kewilayahannya,” ucap Arianto.
Menurutnya, pendataan di tingkat RT selama ini masih sebagian dilakukan secara konvensional. Bestari dikembangkan untuk membantu pengurus RT menghimpun dan memperbarui informasi secara lebih terstruktur, sehingga profil wilayah dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan pembangunan.
Data yang direncanakan masuk dalam aplikasi mencakup luas wilayah, jumlah penduduk, kondisi sosial ekonomi, potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta informasi terkait pendidikan dan kesehatan, termasuk persoalan tengkes atau stunting.
“Jadi, nanti pengurus RT akan mengelola aplikasi Bestari ini untuk menginformasikan profil kewilayahannya. Mulai dari luas wilayah, jumlah penduduk, potensi ekonomi seperti UMKM, sampai informasi di bidang kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.
Arianto menjelaskan, data yang tersusun lebih lengkap diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi persoalan dan kebutuhan masyarakat berdasarkan kondisi masing-masing wilayah. Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk memetakan potensi ekonomi lokal yang berpeluang dikembangkan melalui program pemberdayaan masyarakat.
Dalam pengembangannya, DPMD Kukar bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar, terutama dalam dukungan teknologi informasi dan penyediaan peladen atau server untuk mendukung operasional aplikasi.
Arianto menyebut informasi yang dihimpun melalui Bestari nantinya dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak berkepentingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Untuk pengembangan awal, aplikasi ini dibangun oleh DPMD dan Diskominfo. Servernya nanti berada di Diskominfo. Untuk informasi yang tersedia, ke depannya bisa dibuka dan diakses oleh pihak-pihak yang berkepentingan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, Bestari memiliki fungsi berbeda dari aplikasi RT-KU Terbaik. Bestari difokuskan pada pengelolaan basis data profil dan kondisi kewilayahan, sedangkan aplikasi RT-KU Terbaik digunakan untuk memantau pelaksanaan program di tingkat RT.
Pemantauan melalui aplikasi RT-KU Terbaik mencakup tahapan perencanaan, pengajuan usulan, persetujuan kegiatan, pelaksanaan, hingga pelaporan. Dengan demikian, kedua aplikasi dirancang untuk saling melengkapi dalam mendukung tata kelola pemerintahan di tingkat lingkungan.
“Untuk pelaksanaan program RT-KU Terbaik, kita menggunakan aplikasi RT-KU Terbaik tersendiri. Kita akan memantau seluruh perencanaan yang mereka usulkan, kemudian kegiatan yang disetujui dan dilaksanakan, sampai pelaporannya. Semuanya akan diinput dalam aplikasi,” terangnya.
DPMD Kukar berharap Bestari dapat meningkatkan kemampuan pengurus RT dalam mengelola data secara tertib dan berkelanjutan. Ketersediaan informasi yang terstruktur diharapkan membantu pemerintah menyusun kebijakan dan menentukan program pembangunan yang lebih sesuai dengan kebutuhan serta potensi setiap wilayah. (Adv)




