Anak-anak Longjak Bertaruh Nyawa ke Sekolah, Jembatan Tak Kunjung Dibangun

Penulis: Admin Rabu, 8 April 2026
Anak-anak Longjak Bertaruh Nyawa ke Sekolah, Jembatan Tak Kunjung Dibangun

‎EXPRESI.co, KUTIM - Akses pendidikan di wilayah pedalaman Kabupaten Kutai Timur masih dihadapkan pada persoalan mendasar. ‎ ‎Di Desa Longjak, Kecamatan Busang, anak-anak harus menyeberangi sungai menggunakan perahu setiap hari demi bisa bersekolah. ‎ ‎Kondisi ini mencerminkan belum meratanya pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil yang hingga kini belum memiliki jembatan penghubung antarwilayah. ‎ ‎Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat para siswa menyeberang sungai dengan perahu sederhana. Situasi tersebut memicu kekhawatiran karena aktivitas itu berisiko terhadap keselamatan, terutama bagi anak-anak. ‎ ‎Unggahan akun Instagram @emakfarida77 turut memperkuat gambaran kondisi di lapangan. Dalam video tersebut, seorang warga mengungkapkan lamanya penantian pembangunan jembatan yang belum juga terealisasi. ‎ ‎Ia bahkan mengaku telah menunggu sejak masih berstatus pelajar, hingga kini memiliki anak dan cucu yang mengalami kondisi serupa. ‎ ‎"Memang mahal kah? Apa memang selama ini menunggunya?" ujarnya dalam video tersebut. ‎ ‎Warga juga menyoroti kontrasnya kondisi tersebut dengan aktivitas kapal pengangkut batu bara yang rutin melintas di sungai utama kawasan itu. ‎ ‎Menanggapi hal tersebut, Camat Busang, Uleh Juk, membenarkan bahwa masyarakat Desa Longjak masih mengandalkan perahu sebagai sarana penyeberangan. ‎ ‎"Kondisi itu sudah lama. Saya juga baru disana. Says juga belum tahu persis," ujarnya, Selasa 7 April 2026. ‎ ‎Ia menjelaskan bahwa pembangunan jembatan membutuhkan anggaran besar dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. ‎ ‎"Belum masuk Musrenbang. Karena itu jembatannya skala besar. Itu harus MY," imbuhnya. ‎ ‎Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan melakukan pengecekan langsung ke lokasi. ‎ ‎"Nanti kami cek lokasinya," ujarnya. ‎ ‎Sorotan publik terhadap kondisi ini pun semakin menguat. Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah konkret pemerintah agar pembangunan jembatan segera direalisasikan, sehingga akses pendidikan anak-anak di Desa Longjak dapat berlangsung dengan aman dan layak.(Yuristio).

Bagikan