EXPRESI.co, TENGGARONG — Alumni pelatihan kompetensi di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berpeluang memperoleh pengalaman kerja melalui program magang internasional yang difasilitasi pemerintah pusat. Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar kini menjajaki minat peserta sebagai langkah awal untuk menghubungkan hasil pelatihan dengan kesempatan di luar negeri.
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza, mengatakan pihaknya akan menghimpun informasi dari alumni yang berminat mengikuti program tersebut. Pendataan ini diperlukan untuk memetakan calon peserta sebelum memasuki tahapan seleksi yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pada 2026, sebanyak 305 warga telah mengikuti pelatihan kompetensi dengan pembiayaan dari anggaran daerah. Selain alumni yang dibiayai melalui APBD, Distransnaker juga mempertimbangkan peserta pelatihan yang memperoleh dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).
“Jadi ada program dari pemerintah pusat, di mana nanti alumni pelatihan-pelatihan kompetensi yang sudah dibiayai baik dari APBD maupun dari CSR, itu akan kita gali lebih dalam peminatannya,” ujar Dendy.
Untuk mengetahui minat calon peserta, Distransnaker berencana berkomunikasi dengan para alumni melalui pertemuan daring. Hasilnya akan menjadi bahan awal untuk memetakan potensi peserta yang dapat melanjutkan ke proses seleksi.
Menurut Dendy, program ini membuka peluang bagi alumni untuk menerapkan keterampilan yang telah diperoleh dalam lingkungan kerja berbeda. Pengalaman tersebut juga berpotensi memperluas wawasan mengenai standar kompetensi dan kebutuhan dunia kerja internasional.
Dendy menjelaskan, fasilitasi Kementerian Ketenagakerjaan mencakup sejumlah tahapan yang diperlukan peserta, mulai dari keberangkatan hingga pelatihan dan pengurusan perizinan.
“Ketika berminat bekerja di luar negeri nanti akan terfasilitasi mulai dari keberangkatannya, pelatihannya sampai dengan perizinannya oleh Kementerian Tenaga Kerja,” jelasnya.
Distransnaker Kukar menargetkan penjajakan ini ditindaklanjuti pada penghujung 2026 hingga 2027. Namun, keikutsertaan alumni tetap bergantung pada mekanisme seleksi dan persyaratan yang ditetapkan oleh kementerian.
Calon peserta nantinya diarahkan untuk mendaftar melalui aplikasi Siap Kerja. Sementara itu, informasi mengenai kriteria peserta, dokumen persyaratan, dan tahapan seleksi masih menunggu petunjuk teknis lebih lanjut dari pemerintah pusat.
“Nanti ada seleksinya, seleksi akan dilakukan oleh kementerian maupun melibatkan kami dinas di kabupaten kota. Daftarnya mungkin nanti di aplikasi Siap Kerja yang kementerian, nanti akan ada petunjuk lebih lanjut, nanti kami expose di media sosial kami,” kata dia.
Selain seleksi administrasi, proses tersebut berpotensi melibatkan verifikasi langsung untuk memastikan kesesuaian calon peserta dengan persyaratan program. Verifikasi dapat dilakukan oleh Distransnaker Kukar atau tim yang dibentuk Kementerian Ketenagakerjaan.
“Verifikasi lapangan dari bisa dari Distransnaker atau ada tim bentukan dari Kementerian Tenaga Kerja,” terangnya.
Dendy berharap peluang magang internasional dapat memperluas manfaat investasi pemerintah daerah dan perusahaan dalam peningkatan kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian, hasil pelatihan tidak hanya menjadi bekal keterampilan, tetapi juga dapat membuka akses menuju kesempatan kerja yang lebih luas.
“Dengan begitu, pelatihan yang telah diberikan melalui anggaran daerah maupun dukungan perusahaan tidak berhenti pada peningkatan kompetensi semata, tetapi juga berpotensi menjadi bekal memasuki pasar kerja yang lebih luas,” pungkasnya. (Adv)

Tinggalkan Balasan