90 Persen Logistik Bontang dari Luar Daerah, Agus Haris Dorong Percepatan Rute Bontang-Mamuju

EXPRESI.co, BONTANG – Sekitar 90 persen kebutuhan logistik Kota Bontang masih dipasok dari luar daerah, utamanya Pulau Sulawesi dan Jawa.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris. Katanya, kondisi inj menjadi salah satu alasan Pemerintah Kota Bontang mendorong pembukaan rute pelayaran Bontang-Mamuju.
Agus Haris menilai, keberadaan rute Bontang-Mamuju sangat penting untuk mengurai rantai pasokan logistik sekaligus mengurangi ketergantungan Bontang terhadap jalur distribusi dari Balikpapan dan Samarinda.
“Betul-betul kita butuhkan rute itu untuk mengurai rantai pasokan logistik. Logistiknya kan dari luar daerah 90 persen. Untuk kepentingannya kita bisa menjaga inflasi,” ungkap Agus Haris di Pendopo Rujab Wali Kota, Sabti 15 Agustus 2026 pagi.
Katanya, selama ini distribusi logistik dari luar daerah banyak mengandalkan jalur darat. Barang yang masuk melalui Balikpapan maupun Samarinda kemudian didistribusikan ke Bontang menggunakan kendaraan besar.
Namun, jalur darat dinilai memiliki sejumlah kendala. Gangguan perjalanan maupun insiden di jalan dapat membuat distribusi logistik menjadi lebih lambat.
“Kalau semuanya naik darat dari Balikpapan atau dari Samarinda memakai kendaraan besar, sementara kita tahu rute jalanan kita ini kan tidak stabil, kadang ada insiden atau apa dan sebagainya, ini kan lambat,” ucap Agus Haris.
Agus berharap rute Bontang-Mamuju dapat menjadi alternatif distribusi logistik, khususnya pasokan dari Sulawesi. Dengan demikian, rantai pasokan tidak hanya bertumpu pada Balikpapan dan Samarinda.
Selain distribusi barang, rute tersebut juga diharapkan dapat mengakomodasi mobilitas masyarakat serta memperlancar sirkulasi perekonomian antardaerah.
“Yang paling terpenting itu adalah logistik yang kita harapkan dari Sulawesi, supaya tidak terfokus dari Balikpapan dan Samarinda,” jelasnya.
Kata Agus Haris, masuknya surat dari Gubernur Kalimantan Timur diharapkan menjadi rujukan bagi kementerian terkait untuk turun langsung melakukan pengecekan di lapangan.
Ia berharap hasil kajian yang sebelumnya telah dilakukan Pemkot Bontang dapat diverifikasi dan menjadi dasar untuk mendorong realisasi rute tersebut.
“Mudah-mudahan dengan masuknya surat Pak Gubernur itu menjadi rujukan untuk kemudian pihak kementerian yang membidangi itu betul-betul turun cek ke lapangan, apakah hasil kajian yang kami sudah pernah buat itu sesuai,” pungkasnya. (Adv)




